
Gresik, investigasi.today – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Gresik bergerak melampaui seremoni. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Gresik menjadikannya sebagai panggung apresiasi sekaligus titik tolak gerakan nyata: membangun sekolah yang inovatif, mandiri, dan tangguh dalam ketahanan pangan.
Digelar pada Selasa (5/5), rangkaian kegiatan di kantor Cabdindik Gresik dibuka dengan senam bersama yang melibatkan pendidik dan tenaga kependidikan. Namun, inti peringatan tahun ini bukan sekadar kebersamaan, melainkan dorongan konkret untuk mengakselerasi kualitas pendidikan berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Pada momen puncak, penghargaan diberikan kepada para insan pendidikan yang mencatatkan prestasi di berbagai bidang. Mulai dari juara Turnamen Futsal GTK Hardiknas 2026, pemenang lomba poster Hari Kartini tingkat SMA/SMK/PKPLK, hingga siswa penulis surat terbaik kepada Gubernur Jawa Timur. Tak hanya itu, sepuluh besar peserta EJIES kategori Inovasi GTK Kabupaten Gresik dan 131 siswa yang berhasil menembus seleksi proposal Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional turut mendapat pengakuan.
Kepala Cabdindik Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni simbolik, melainkan strategi membangun ekosistem pendidikan yang kompetitif.
“Apresiasi ini harus menjadi bahan bakar untuk terus melahirkan inovasi dan prestasi. Pendidikan kita tidak boleh stagnan,” tegasnya.
Tak berhenti pada apresiasi, Cabdindik Gresik langsung menggebrak dengan peluncuran Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program ini diwujudkan melalui aksi nyata: penanaman pohon, budidaya sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA), pelepasan ikan, hingga pengelolaan peternakan ayam petelur di lingkungan kantor.
Langkah ini menandai pergeseran pendekatan pendidikan—dari sekadar transfer ilmu menjadi praktik langsung yang berdampak pada kemandirian dan keberlanjutan.
Menurut Eko, program SIKAP dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga produktif.
“Sekolah harus menjadi ruang hidup yang memberi manfaat nyata. Hasilnya, seperti ikan dan sayuran, bisa langsung dirasakan,” ujarnya.
Sebagai penunjang, fasilitas olahraga juga disiapkan untuk menjaga kebugaran tenaga pendidik, termasuk lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk futsal dan aktivitas lainnya.
Melalui kombinasi penghargaan prestasi dan gerakan ketahanan pangan berbasis sekolah, Hardiknas 2026 di Gresik tampil sebagai model peringatan yang relevan dengan tantangan zaman. Bukan hanya merayakan capaian, tetapi juga menegaskan arah: menyiapkan generasi sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Sye)


