
Gresik, Investigasi.today – Semangat Iduladha 1447 Hijriah terasa begitu kuat di Dusun Gantang, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ribuan gema takbir yang berkumandang sejak malam hari melalui kegiatan takbir keliling berlanjut dengan antusiasme warga yang memadati area Masjid Baiturrahman untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban, Jumat pagi.
Sejak selepas salat Iduladha, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua, tampak berdatangan ke lokasi penyembelihan. Mereka menyaksikan secara langsung prosesi kurban yang berlangsung khidmat sekaligus menjadi sarana edukasi tentang makna pengorbanan dan kepedulian sosial dalam Islam.
Tahun ini, Panitia Kurban 1447 H Masjid Baiturrahman menyembelih 7 ekor sapi serta 19 ekor kambing dan domba yang merupakan amanah dari para pekurban. Proses penyembelihan dipimpin oleh Mudin Hasan bersama mantan Mudin Salamun, yang telah berpengalaman menangani penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Ketua Panitia Kurban, Supardi , menyampaikan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Iduladha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya ketika kita menerima, tetapi ketika kita mampu berbagi. Alhamdulillah, semangat gotong royong warga Dusun Gantang luar biasa. Dari proses penyembelihan hingga distribusi daging, semuanya dilakukan bersama-sama. Ini bukti bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan menjadi kekuatan masyarakat kita,” ujarnya.

Menurutnya, panitia melibatkan perwakilan dari enam RT di Dusun Gantang. Masing-masing RT mengirimkan sejumlah wakil untuk membantu proses pengulitan, pemotongan, penimbangan hingga pengemasan daging kurban. Kolaborasi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu.
“Semua bergerak tanpa melihat latar belakang. Ada yang bertugas memotong daging, menimbang, membungkus, hingga mendistribusikan. Semangat inilah yang menjadi ruh Iduladha dan harus terus dijaga dari generasi ke generasi,” tambahnya.
Panitia memastikan bahwa daging kurban didistribusikan secara merata kepada seluruh warga Dusun Gantang, termasuk penghuni rumah kos, penyewa rumah kontrakan, maupun warga yang berdomisili tetap di wilayah tersebut. Kebijakan ini dilakukan agar keberkahan kurban dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sementara itu, kemeriahan perayaan Iduladha telah diawali pada malam sebelumnya melalui kegiatan takbir keliling yang diikuti MTQ Baiturrahman dan warga dengan penuh semangat. Lantunan takbir yang menggema di sepanjang jalan kampung menciptakan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Bagi masyarakat Dusun Gantang, Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan juga momentum memperkuat solidaritas sosial, mempererat tali silaturahmi, dan meneguhkan nilai gotong royong yang menjadi identitas masyarakat desa.
Dengan semangat berbagi yang terus terjaga, pelaksanaan kurban di Masjid Baiturrahman tahun ini kembali menjadi contoh bagaimana ibadah dapat menghadirkan manfaat nyata, memperkuat persatuan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh warga. (Sye)


