
Jakarta, investigasi.today – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Jumat berangkat menuju Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk memimpin kegiatan panen raya serentak yang berlangsung di 43 titik tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata langkah percepatan pemerintah dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional.
Pesawat Kepresidenan RI bernomor registrasi A-001 lepas landas dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada siang hari. Dalam perjalanan menuju Lanud Abdulrachman Saleh di Malang, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sesampainya di Malang, Presiden akan langsung menuju lokasi panen yang merupakan kawasan persawahan dan perkebunan terintegrasi di sekitar pangkalan udara tersebut. Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Negara ini meliputi panen tiga komoditas strategis: tebu, padi, dan kedelai di lahan-lahan binaan TNI dari berbagai matra.
“Bapak Presiden akan memimpin panen raya serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Ini adalah wujud sinergi kuat TNI dalam mendukung upaya pemerintah mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional,” jelas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Secara rinci, panen tebu dilakukan di delapan titik lahan binaan TNI Angkatan Udara, panen padi berlangsung di 31 lokasi binaan TNI Angkatan Darat, sedangkan panen kedelai dilaksanakan di empat titik garapan binaan TNI Angkatan Laut.
Tidak hanya memimpin proses panen, Presiden Prabowo juga dijadwalkan meninjau berbagai stan pameran yang menampilkan kontribusi TNI serta inovasi pengolahan hasil pertanian. Ada empat kategori pameran yang disiapkan: budidaya unggulan masing-masing matra TNI, pengolahan gula dari tebu, produk turunan bernilai tinggi seperti bioetanol dan aneka produk pangan, hingga teknologi serta alat mesin pertanian modern.
“Melalui kegiatan ini, Bapak Presiden ingin memastikan penguatan sektor pangan berjalan secara terpadu—mulai dari peningkatan produksi, pendampingan petani, hingga hilirisasi. Tujuannya agar komoditas pertanian kita memiliki nilai tambah yang lebih besar dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Teddy. (Ink)


