
Gresik, Investigasi.today – Kado kemerdekaan tak melulu berupa seremoni. Di Kabupaten Gresik, Satlantas Polres Gresik menghadirkan hadiah yang langsung menyentuh kebutuhan warga: 17 orang yang lahir tepat pada 17 Agustus mendapatkan layanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis.
Program simpatik tersebut digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Angka 17 dipilih bukan sekadar simbol, tetapi merujuk pada tanggal Proklamasi Kemerdekaan sekaligus menjadi bentuk apresiasi polisi kepada warga yang memiliki tanggal lahir bertepatan dengan momentum bersejarah bangsa.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, didampingi Baur SIM Polres Gresik Aiptu Mardianto, mengumumkan program tersebut di sela kegiatan edukasi dan imbauan tertib berlalu lintas kepada masyarakat di Satpas Polres Gresik.
“Ini bentuk apresiasi kami kepada warga Gresik yang lahir di tanggal bersejarah 17 Agustus. Kami menyediakan 17 kuota SIM gratis sebagai simbol angka kemerdekaan. Semoga menjadi kado yang bermanfaat,” ujar Nur Arifin.
Sejak Sabtu pagi, antusiasme warga mulai terlihat di area pelayanan Satpas. Sejumlah warga datang untuk memastikan tanggal kelahiran pada KTP mereka memenuhi persyaratan program.
Namun, gratis bukan berarti tanpa proses. Satlantas Polres Gresik menegaskan, pembebasan biaya penerbitan tidak menghapus kewajiban pemohon untuk memenuhi seluruh persyaratan dan mengikuti prosedur pengujian SIM.
Justru di titik inilah pesan utama program tersebut ditekankan: hadiah kemerdekaan tidak boleh mengorbankan keselamatan.
“Gratis biaya penerbitan, tetapi tes tetap harus sesuai standar. Tujuannya agar pemegang SIM benar-benar kompeten dan mengutamakan keselamatan di jalan raya,” tegas Nur Arifin.
Kebijakan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa SIM bukan sekadar kartu identitas pengendara. Dokumen tersebut merupakan bukti bahwa seseorang telah memenuhi persyaratan untuk mengemudikan kendaraan dan memahami kompetensi serta aturan berlalu lintas.
Di tengah tingginya mobilitas kendaraan di Gresik, pendekatan semacam ini dinilai menjadi cara polisi membangun kesadaran tertib lalu lintas melalui pendekatan yang lebih humanis.
Pesannya sederhana: lahir di tanggal kemerdekaan boleh mendapat hadiah, tetapi untuk mendapatkan SIM tetap harus membuktikan diri sebagai pengendara yang kompeten.
Dengan 17 kuota yang disiapkan, Satlantas Polres Gresik berharap program tersebut bukan hanya menjadi perayaan simbolik HUT ke-81 RI, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat untuk melengkapi diri dengan dokumen berkendara yang sah sekaligus mengedepankan keselamatan di jalan. (Sye)


