Saturday, August 29, 2026
HomeBerita BaruNasionalKejar Target 3 Juta Rumah, SIG Dorong Revolusi Konstruksi lewat Bata Interlock...

Kejar Target 3 Juta Rumah, SIG Dorong Revolusi Konstruksi lewat Bata Interlock Presisi

Jakarta, Investigasi.today – Target pembangunan tiga juta rumah bukan sekadar persoalan menyediakan lahan dan pembiayaan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana rumah dapat dibangun lebih cepat, efisien, berkualitas, sekaligus tetap terjangkau.

Di tengah kebutuhan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong transformasi metode konstruksi melalui Bata Interlock Presisi, inovasi bahan bangunan yang dirancang untuk memangkas proses pembangunan tanpa mengorbankan aspek kekuatan dan keamanan hunian.

Inovasi tersebut diperkenalkan SIG dalam Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta, yang menjadi titik temu antara pemerintah, BUMN, pengembang, perbankan, kontraktor, industri bahan bangunan, hingga masyarakat.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa percepatan penyediaan hunian membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, ekosistem perumahan harus dibangun secara terintegrasi, mulai dari ketersediaan material, pengembang, kontraktor hingga pembiayaan.

“Danantara Housing Expo 2026 merupakan wujud dukungan Danantara Indonesia bersama seluruh ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo,” kata Rosan saat membuka Danantara Housing Expo 2026, Kamis (27/8/2026).

Rosan menyebut sedikitnya ada tiga aspek penting yang harus berjalan beriringan, yakni ketersediaan pasokan berkualitas dengan harga terjangkau, skema pembiayaan kompetitif, serta kemudahan akses masyarakat terhadap hunian.

Menurut dia, kebutuhan rumah merupakan persoalan yang sangat mendesak sehingga sinergi antara Danantara Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BUMN Karya, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dunia usaha dan pelaku industri harus diarahkan pada satu tujuan: mempercepat masyarakat mendapatkan rumah yang layak.

“Danantara Housing Expo menjadi bukti nyata sinergi BUMN, antara developer BUMN Karya, Himbara, seluruh ekosistem Danantara Indonesia, dan juga dunia usaha untuk menghadirkan hunian terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Rosan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyambut positif penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026. Menurutnya, platform tersebut mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem.

“Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan pilihan hunian dengan berbagai tingkatan dan alternatif. Kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi untuk memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai,” kata Maruarar.

Bukan Sekadar Material Bangunan

Di tengah kebutuhan percepatan tersebut, SIG mengambil posisi bukan sekadar sebagai produsen semen, tetapi sebagai penyedia solusi bahan bangunan.

Berbekal pengalaman lebih dari satu abad di industri bahan bangunan, SIG mendorong Bata Interlock Presisi sebagai salah satu inovasi yang dapat menjawab tantangan konstruksi rumah dalam skala besar.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan SIG berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan program tiga juta rumah melalui inovasi konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas dan keberlanjutan.

“Bata Interlock Presisi merupakan solusi konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan. Inovasi ini juga menjadi bagian dari komitmen SIG dalam mendukung Asta Cita, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” ujarnya.

Bata Interlock Presisi memiliki mekanisme saling mengunci antarbata sehingga membentuk konstruksi yang kokoh. Sistem tersebut dirancang untuk membuat proses pemasangan lebih praktis dan efisien dibandingkan metode konstruksi konvensional.

Efisiensi penggunaan material dan kemudahan aplikasi menjadi faktor penting karena waktu konstruksi merupakan salah satu komponen yang menentukan biaya pembangunan rumah.

Dengan proses pembangunan yang lebih sederhana dan cepat, inovasi ini berpotensi mendukung percepatan pembangunan hunian dalam jumlah besar—terutama ketika kebutuhan rumah harus dikejar dalam skala jutaan unit.

Keamanan Jadi Taruhan

Namun, percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan keselamatan.

SIG menyebut Bata Interlock Presisi memiliki karakteristik ramah gempa dan tahan api. Karakter tersebut membuatnya relevan untuk diaplikasikan pada pembangunan hunian di wilayah dengan risiko bencana maupun dalam proses pembangunan kembali rumah masyarakat yang terdampak bencana.

Selain aspek kekuatan dan keamanan, produk turunan semen hijau SIG tersebut juga dirancang memberikan kenyamanan melalui kemampuan membantu mengondisikan suhu udara dalam ruangan agar lebih sejuk.

Dari sisi estetika, karakter bata juga memungkinkan tampilan bangunan yang lebih modern sehingga material konstruksi tidak hanya dipandang sebagai elemen struktural, tetapi turut menjadi bagian dari desain hunian.

Bagi SIG, inovasi tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan dari produsen semen menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan dengan cakupan regional.

“Dengan menghadirkan Bata Interlock Presisi, kami ingin memastikan masyarakat dapat memiliki rumah yang nyaman, berkualitas, dan terjangkau, serta memenuhi aspek keamanan,” kata Indrieffouny.

Jika target tiga juta rumah ingin diwujudkan bukan hanya di atas kertas, maka persoalannya bukan semata berapa banyak rumah yang harus dibangun, melainkan seberapa cepat, efisien, aman, dan terjangkau rumah tersebut benar-benar dapat berdiri dan dihuni masyarakat.

Di titik inilah inovasi material dan metode konstruksi menjadi bagian penting dari rantai solusi perumahan nasional. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular