Sunday, August 30, 2026
HomeBerita BaruJatimGresik Tumpah ke Jalan: Nogo Giri, Pencak Macan dan 71 Barisan Meriahkan...

Gresik Tumpah ke Jalan: Nogo Giri, Pencak Macan dan 71 Barisan Meriahkan Karnaval Kemerdekaan

Gresik, Investigasi.today – Jalanan pusat Kabupaten Gresik berubah menjadi panggung raksasa kebudayaan, kreativitas, dan ekonomi rakyat. Sebanyak 71 barisan dari 46 unsur tumpah ke jalan dalam Gresik Merdeka Carnival 2026, Sabtu (29/8/2026), untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Yang membuat perayaan tahun ini berbeda, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif tak sekadar berdiri di panggung melepas peserta. Keduanya turun langsung menjadi bagian dari karnaval, menaiki mobil hias bertema Nogo Giri dan mengikuti iring-iringan dari Kantor Bupati Gresik menuju Pendopo Kabupaten Gresik.

Kehadiran kepala daerah di tengah barisan peserta itu menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan di Gresik tidak berhenti pada seremoni pemerintahan. Pemerintah daerah, Forkopimda, komunitas, pelaku seni, UMKM, hingga masyarakat berbaur dalam satu ruang publik.

Bupati Yani menegaskan, kemeriahan karnaval harus memiliki makna lebih luas. Bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan sekaligus menghidupkan kreativitas dan ekonomi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, panitia, komunitas, pelaku UMKM, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam Gresik Merdeka Carnival Tahun 2026,” kata Yani saat melepas rombongan.

Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni formal. Semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat secara langsung.

Karena itu, Gresik Merdeka Carnival diarahkan menjadi ruang bersama untuk menampilkan seni, budaya, kreativitas sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Yang paling penting, mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menampilkan kreativitas, seni, dan budaya Gresik, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM kita,” ujarnya.

Yani juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjaga ketertiban selama rangkaian karnaval berlangsung.

“Mari kita ramaikan bersama, kita jaga ketertiban, dan kita nikmati seluruh rangkaian kegiatan ini dengan penuh kegembiraan,” tuturnya.

Pencak Macan, Identitas Gresik di Tengah Parade

Di balik gemerlap mobil hias dan kemeriahan barisan peserta, Gresik Merdeka Carnival 2026 juga membawa pesan penting tentang identitas budaya lokal.

Salah satunya melalui penampilan Pencak Macan, kesenian tradisional Gresik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Pencak Macan bukan sekadar pertunjukan. Karakter macan, monyet, hingga sosok pembawa obor yang hadir dalam pementasan menyimpan simbol dan nilai kehidupan masyarakat Gresik.

Kehadirannya di tengah karnaval menjadi penanda bahwa modernitas dan kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak harus membuat budaya lokal tersisih.

Sebaliknya, tradisi justru dibawa ke ruang publik dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat dalam kemasan yang lebih atraktif.

71 Barisan, 24 Mobil Hias, Ratusan UMKM

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, mengatakan Gresik Merdeka Carnival 2026 dirancang sebagai perayaan yang menggabungkan unsur seni, budaya, kreativitas, komunitas, dan ekonomi kreatif.

“Tahun ini Gresik Merdeka Carnival diikuti 71 barisan dari 46 unsur, dengan 24 mobil hias, 9 kendaraan operasional, serta berbagai komunitas,” katanya.

Namun, geliat perayaan tidak berhenti di sepanjang rute karnaval.

Pemerintah daerah juga menghadirkan pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Alun-Alun Gresik.

Ratusan pelaku UMKM turut dilibatkan melalui bazar yang tersebar di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Pemkab Gresik, depan BPPKAD, kawasan WEP, Pudak Galeri, hingga Alun-Alun Gresik.

Skema tersebut membuat perayaan kemerdekaan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga membuka ruang transaksi bagi pelaku usaha lokal.

Dengan kata lain, karnaval menjadi magnet kerumunan, sementara UMKM menjadi salah satu pihak yang diharapkan ikut menikmati dampak ekonominya.

“Semoga Gresik Merdeka Carnival ini memberikan dampak positif bagi ekosistem kebudayaan di Kabupaten Gresik dan menjadi sarana perputaran roda perekonomian melalui UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Saifudin.

Gresik Merdeka Carnival 2026 akhirnya tidak sekadar menjadi parade tahunan. Ia menjadi titik temu antara pemerintah dan rakyat, tradisi dan kreativitas, budaya dan ekonomi.

Dari mobil hias Nogo Giri hingga Pencak Macan, dari komunitas hingga UMKM, seluruhnya mengambil ruang di jalan yang sama untuk menerjemahkan satu pesan: kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk menghidupkan identitas dan menggerakkan ekonomi masyarakat. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular