Tuesday, October 13, 2026
HomeBerita BaruJatimSiapkan 443 Ribu Ton Pupuk Subsidi, Petrokimia Gresik Soroti Kesehatan Tanah Pertanian

Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Subsidi, Petrokimia Gresik Soroti Kesehatan Tanah Pertanian

GRESIK, Investigasi.today – Kesiapan pupuk menjadi salah satu penentu kelancaran musim tanam Oktober 2026–Maret 2027. Mengantisipasi peningkatan kebutuhan petani, PT Petrokimia Gresik menyiapkan stok 443.436 ton pupuk bersubsidi hasil produksi perusahaan. Namun, di balik kesiapan pasokan tersebut, persoalan kesehatan tanah turut menjadi perhatian: hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.

Dua persoalan ini menempatkan pertanian pada tantangan yang saling berkaitan: memastikan pupuk tersedia saat dibutuhkan sekaligus menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan ketersediaan pupuk harus mampu mendukung kebutuhan petani, terutama ketika musim tanam berlangsung dan kebutuhan meningkat.

“Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya,” ujar Daconi di Gresik, Senin (12/10/2026).

Stok 443 Ribu Ton, NPK Phonska Mendominasi

Dari total 443.436 ton yang disiapkan, stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik terdiri atas:

* NPK Phonska: 261.858 ton
* Urea: 95.645 ton
* Petroganik: 70.054 ton
* SP-36: 11.763 ton
* ZA: 4.116 ton

NPK Phonska menjadi komponen terbesar dengan porsi sekitar 59 persen dari total stok, disusul Urea sekitar 22 persen. Perusahaan menyatakan persediaan tersebut berada di atas ketentuan safety stock yang ditetapkan pemerintah.

Kesiapan stok menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pasokan. Namun, efektivitasnya juga bergantung pada kelancaran distribusi dan ketepatan penyaluran agar pupuk dapat dimanfaatkan petani sesuai kebutuhan pada waktu yang tepat.

Petrokimia Gresik, sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menyatakan terus mengoptimalkan operasional dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kesiapan produksi serta ketersediaan pupuk.

Ancaman Produktivitas Tak Hanya soal Pupuk

Di luar persoalan pasokan, Petrokimia Gresik menyoroti kondisi tanah pertanian. Sejak 2016, pengujian terhadap 40.282 sampel tanah dari 27 provinsi menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena bahan organik berperan dalam memperbaiki struktur tanah, mendukung aktivitas mikroorganisme, serta membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Artinya, upaya meningkatkan hasil panen tidak cukup hanya dengan memastikan pupuk tersedia. Pengelolaan kesuburan tanah juga perlu mendapat perhatian agar lahan tetap produktif dan pemupukan memberikan manfaat secara optimal.

“Pupuk yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, kita juga perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif. Karena itu, penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang menjadi penting, bukan hanya untuk hasil panen saat ini, tetapi juga untuk keberlanjutan pertanian ke depan,” jelas Daconi.

Menurut dia, pupuk organik seperti Petroganik berperan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sementara itu, pupuk anorganik membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Keduanya dapat saling melengkapi apabila digunakan secara tepat sesuai kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Dorong Pemupukan Berimbang

Sebagai salah satu contoh penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2, yakni 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram Urea untuk satu hektare lahan.

Meski demikian, pola tersebut bukan dosis universal untuk seluruh lahan. Penerapannya tetap perlu mempertimbangkan kondisi tanah, kebutuhan tanaman, serta rekomendasi teknis pertanian setempat.

Pendekatan ini menegaskan bahwa produktivitas pertanian perlu ditopang bukan hanya oleh kuantitas pupuk, tetapi juga oleh ketepatan jenis, dosis, waktu, dan cara pemupukan.

Andalkan Sistem Digital Jaga Pasokan

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Petrokimia Gresik turut mengoptimalkan sistem digital dalam rantai operasionalnya.

Perusahaan memanfaatkan Warehouse Management System (WMS) untuk mendukung pengelolaan pergudangan, Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) untuk koordinasi penjadwalan angkutan, serta Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport) untuk mendukung aktivitas kepelabuhanan.

Pemanfaatan sistem tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi pasokan bahan baku, kelancaran produksi, pengelolaan gudang, dan aktivitas logistik perusahaan.

Daconi menegaskan, kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung kebutuhan petani.

“Sebagai produsen pupuk, tanggung jawab kami adalah memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani dapat terus terpenuhi. Kami ingin kontribusi Petrokimia Gresik tidak hanya membantu kelancaran musim tanam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Dengan stok 443.436 ton yang disiapkan menjelang musim tanam, Petrokimia Gresik menegaskan kesiapan pasokannya. Tantangan berikutnya adalah memastikan pupuk tersedia dan tersalurkan tepat waktu, sekaligus mendorong pemupukan berimbang agar produktivitas pertanian dapat dipertahankan secara berkelanjutan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular