Agus Cemani Terpilih Jadi Ketua AKD Kabupaten Mojokerto

0

MOJOKERTO, Investigasi.today Kepala Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Agus Suprayitno secara aklamasi terpilih sebagai ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Mojokerto, untuk lima tahun kedepan (2021-2026).

Sebagai nahkoda, pria yang kerap dipanggil Agus Cemani itu bertekat mendorong roda organisasi Kades yang dia pegang mampu menjadi ujung tombak pembangunan desa di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dia pun membeberkan beberapa rancangan program dan prioritas selama AKD dibawah kendalinya ini. Salah satunya adalah fokus mensejahterakan masyarakat. Tak hanya itu, dirinya juga tak ingin timbul konflik horizontal di kalangan para Kades dengan Badan Pendamping Desa (BPD) maupun Organisasi Desa.

“Saya tidak ingin ada polemik antara Kades dengan BPD atau organisasi desa. Jika ada masalah dengan BPD saya siap memberikan solusi bagi rekan-rekan Kades. Ini adalah tanggungjawab yang besar dan memiliki peran besar membangun Mojokerto yang berkarakter dan berdaya saing sesuai visi misi Bupati Mojokerto. Jika nanti kinerja Bupati tidak sesuai dengan yang kita harapkan saya Kades yang pertama kali memprotes Bupati,” kata Cemani saat memberikan sambutan pada acara Musda AKD di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Sabtu (27/2/2021).

Selain berharap menjadi wadah kebersamaan Kades, Agus Cemani juga menargetkan desa-desa di Kabupaten Mojokerto mampu menjadi desa yang mandiri dan maju. Dia juga bakal membawa AKD untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kita berupaya semaksimal mungkin. Meningkatkan UMKM akan menjadikan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan visi misi Bupati, meningkatkan kepariwisataan, pertanian dan memberdayakan peternakan. Itu nanti akan kita kawal,” jelas Cemani.

Prosesi pemilihan ketua AKD ini dibuka secara langsung oleh Bupati Mojokerto dr. Ikfina fahmawati yang baru saja dilantik oleh gubernur Jatim pada Jumat (26/2/2021) di gedung Grahadi Surabaya.

Agus Cemani adalah calon tunggal Ketua AKD Kabupaten Mojokerto. Dia mendapatkan 13 rekomendasi dari 18 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

“Dari 18 Kecamatan, 13 Kecamatan merekomendasikan. Kemudian yang 5 abstain (tidak memberikan rekomendasi) dengan demikian secara aklamasi terpilih,” tandasnya.(yanto)