Agus Mulyono ; Kami Upayakan Tekan Sekecil Mungkin Penyebaran Covid-19

0

Sumenep, Investigasi.today – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Agus Mulyono untuk perkembangan informasi terkait Covid-19 yang ada di Ujung Timur Pulau Madura ini, sejak adanya 6 warga yang di Kecamatan Saronggi yang  telah dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19, maka dengan ini yang terhitung sejak hari senin (21/9) lalu untuk Kecamatan Saronggi sementara di isolasi.

Agus Mulyono menyampaikan bahwa dalam kebijakan PSBB yang ada di perbatasan desa dan Kecamatan Saronggi sementara di tutup. Sedangkan kami melakukan dan melaksanakan dan dibarengi dengan berbagai upaya dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19 yang telah menyebabkan 6 orang meninggal dunia di Kecamatan Saronggi dan sekarang sudah di blokade di Kecamatan Saronggi selama 14 hari.

“Pihaknya dan Pemerintah Kabupaten Sumenep Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Tim Satgas yang ada yaitu dengan cara melakukan tracing dan pemantauan terhadap penyakit tidak menular (PTM) ini juga yang menjadi pemicu dari Covid-19”, ungkap Agus Mulyono, Selasa (22/9) kemarin.

Dan pihaknya juga menyampaikan “bahwa yang dimaksud dengan PTM yakni adalah Penyakit Kencing Manis atau yang dikenal dengan Diabetes dan Jantung serta tekanan darah tinggi dan kami lakukan yang demikian itu dengan cara tracing yang ketat”, tegasnya.

Kepala  Dinas Kesehatan Agus Mulyono juga mengatakan setelah kami melakukan Screening yang cukup ketat maka penyebaran dan pengorbit Covid-19 dan orang tersebut ternyata ada gejala dan kami terus melakukan rapid test.

Untuk Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 27 Kecamatan yang ada, 3 Kecamatan ada di zona orange terdiri dari Kecamatan Talango, Kecamatan kota Sumenep, Kecamatan Saronggi, dan yang di zona Hijau ada 13 Kecamatan, serta di zona Kuning 11 Kecamatan.

Sedangkan untuk per hari selasa tanggal (22/9) kemarin, sebanyak 10 orang Suspec dalam pemantauan dan sebanyak 349 orang yang terkonfirmasi dan telah dinyatakan sembuh sebanyak 291 orang dan 22 orang telah dinyatakan meninggal dunia dan sisanya masih dirawat di Rumah Sakit sebanyak 36 orang pasien di RSI Kalianget, dan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dan luar daerah atau Surabaya.

“Setelah kami melakukan rapid test yang ternyata orang tersebut memang positif hasilnya maka selanjutnya melakukan Swab Test”, terangnya.

Agus Mulyono juga berharap “bagi semua masyarakat khususnya Kabupaten Sumenep untuk selalu disiplin terhadap peraturan Pemerintah dan Protokol Kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 untuk selalu tetap waspada mari kita perangi Wabah Covid 19 ini dengan cara menjaga kondisi tetap sehat dengan berolahraga, makan makanan yang bergizi, selalu pakai masker, cuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak dari orang ke orang, menjauhi keramaian dan kerumunan orang banyak”, imbuhnya.

Bagi yang di kecamatan saronggi dari Dinas Kesehatan bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit juga disediakan cairan desinfektan di semua rumah warga yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

“Pemerintah telah berupaya dan melakukan pencegahan kepada semua masyarakat agar selalu disiplin dan mengikuti dengan protokol kesehatan mulai dari screening, tracing rapid test dan swab, termasuk penyediaan cairan desinfektan tidak dipungut biaya secara gratis yang ada di Kecamatan Saronggi selama Isolasi selama 14 hari”, pungkasnya. (Fathor).