Bahas Kebutuhan Air Terkait Program Unggulan di NTT dan NTB, Kodam IX/Udayana Bersama Kementerian Terkait dan Pemda Mantapkan Melalui Rakor

0

Denpasar, Investigasi.today – Dalam rangka menindaklanjuti pembahasan penyelesaian permasalahan kebutuhan air di wilayah Provinsi NTT dan NTB, Kodam IX/Udayana bersama Kementerian Marves RI, Kementerian PUPR RI, Kementerian ESDM RI dan Pemda NTT maupun NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Vidcon terkait kegiatan program unggulan di wilayah Kodam IX/Udayana, pada Kamis (25/2).

Acara yang diawali penyampaian oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Marves RI, Ibu Nani Hendiarti pada intinya bahwa agenda pertemuan kali ini adalah untuk membahas mengenai rencana kerja dari apa yang sudah diusulkan Bapak Pangdam IX/Udayana yaitu permasalahan tentang air di wilayah Provinsi NTT dan NTB.

Untuk itu disampaikan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu baik dari Kementerian PUPR dan Perwakilan dari Kementerian ESDM serta perwakilan Pemda Provinsi masing-masing untuk menindaklanjuti apa yang menjadi usulan Bapak Pangdam IX/Udayana terkait sumber air yang berada di Provinsi NTT dan NTB.

Selanjutnya bertempat di Pos Ramil Waelengga Kodim 1612/Manggarai, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang sedang melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Korem 161/WS, melalui Vidcon memaparkan bahwa apa yang kita rapatkan hari ini sudah cukup jelas, karena sudah disampaikan dirapatkan sebelumnya yaitu banyaknya sumber-sumber air yang lokasinya terjal yang harus difasilitasi dengan alat berupa bor khususnya. Semua ini kita lakukan demi kebutuhan masyarakat.

Ke depan kita akan cari terus solusi tentang situasi keadaan di lapangan yang menjadi permasalahan utama di lapangan yaitu terkait alatnya, sedangkan alat itu paling lama digunakan hanya 5 tahun sudah maksimal, setelah itu pasti akan ada kerusakan-kerusakan yang terjadi. Sementara lokasi sumber air yang cukup jauh dan terjal dari masyarakat. Ini kita buatkan pompa air manual berupa Bor dan harganya jauh lebih murah dari pada dengan membuat project-project lain yang belum tentu menghabiskan biaya yang lebih murah.

“Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kodam IX/Udayana akan tetap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemda dan juga Kementerian terkait”, jelas Pangdam.

Untuk project jenis pompa air manual berupa Bor walaupun belum didukung tetapi kami sudah melaksanakannya dan saya sampaikan bahwa sekian persen masyarakat sudah dapat merasakan adanya sumber air. Bila ini dapat terus terlaksana sesuai rencana, kedepan sekian ribu kepala keluarga akan mendapatkan air. Untuk itu yang kami sarankan sekarang adalah permasalahan terkait kelancaran birokrasi di lapangan.

Selain itu rencana kita bukan hanya di sumber air saja, tetapi kalau bisa sampai dengan permasalahan pertanian dan peternakan. “Ini sudah kita kerjakan di beberapa daerah”, tutup Pangdam.

Sementara, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya bersama Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/WSA, Asops Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, Aster Kasdam IX/Udayana dan Perwira Staf lainnya mengikuti rapat melalui Vidcon tersebut bertempat di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, Denpasar. (Iskandar)