Bandeng Terkawak Diraih Petani Tambak Jabon

0

SIDOARJO, investigasi.today – Tradisi Lelang bandeng kawak yang dimulai sejak tahun 1962 di Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2017 diikuti oleh empat peserta.

Dari keempat peserta, dua diantaranya dari Kecamatan Jabon, yang dimenangkan oleh Sutriman, seorang petani tambak Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon dengan berat 7,70, panjang 88 cm dan lebar 20 cm, umur delapan tahun, pemenang kedua oleh H Mustofa, petani tambak Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon dengan berat 5,55 kg, umur 5,5 tahun, sedang juara ketiga diraih oleh Kanifan, petani tambak asal Kepetingan, Desa Sawoan, Kecamatan Buduran dengan berat 5,34 kg dan umur bandeng 6 tahun dan juara keempat diraih oleh Hj Emmi Masrurohtillah, petani tambak Desa Kalikajang, Kelurahan Gebang Kecamatan Sidoarjo dengan berat 5,24 kg dan umur bandeng 7 tahun.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah SH M.Hum, dalam jumpa persnya di pendopo mengatakan, bahwa tradisi lelang bandeng kawak telah dimulai sejak tahun 1962.

” Lelang bandeng merupakan tradisi tahunan kabupaten Sidoarjo dalam rangka Maulid Nabi SAW, dan kini isitilah tersebut menjadi festival bandeng kawak. Bandeng yang dikonteskan memang sengaja dipelihara dalam waktu tahunan dan diharapkan kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada para petani tambak agar terus meningkatkan produksi perikanannya di kabupaten Sidoarjo,” ujar Saiful.
Saiful menambahkan, dana yang terkumpul dari para peserta lelang akan disalurkan untuk kepentingan sosial.

” Dana yang terkumpul dari hasil lelang akan disalurkan ke tempat-tempat ibadah, panti asuhan serta korban bencana alam, seperti yang baru-baru ini terjadi di Desa Tambaksawah, Desa Tambaksumur dan Desa Tambakrejo Kecamatan Waru, dimana ratusan rumah warga terhempas akibat angin puting beliung,” jelas Bupati. (yos)