Berantas Asusila dan Prostitusi, Satpol PP Kota Mojokerto Perketat Pengawasan

0

Teks foto ; ilustrasi prostitusi

MOJOKERTO, investigasi.today – Menjaga kesucian Ramadhan, Jajaran Satpol PP Kota Mojokerto terus memperketat pengawasan terhadap lokasi – lokasi yang sering dijadikan sebagai ajang maksiat.

Di Mojokerto, sedikitnya ada tiga lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat terjadinya tindakan asusila dan prostitusi yang berada di pinggiran dan tengah kota.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, mengatakan, tiga tempat yang dinilai rawan terjadinya tindakan asusila dan prostitusi tersebut, yakni di jalan raya kawasan SMP Negeri 5, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.

Lokasi tersebut rawan dipakai ajang asusila karena kondisinya yang minim penerangan jalan dan sering dimanfaatkan muda-mudi jika malam hari untuk nongkrong.

Kemudian di sepanjang jogging track, Jalan Hayam Wuruk. Tempat yang menjadi sentra pedagang kaki lima, berada di bantaran Sungai Brantas ini, petugas sering mendapati masyarakat yang melakukan transaksi prostitusi.

Lalu di Jembatan Rejoto Kecamatan Prajuritkulon. Jembatan penghubung Kelurahan Pulorejo dan Blooto yang baru setahun dibangun ini kondisinya memang minim penerangan dan jauh dari pemukiman warga. Sering dimanfaatkan muda-mudi untuk berpacaran baik siang maupun malam hari.

”Petugas terus melakukan patroli untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan dan tiga lokasi ini yang sering kami pantau,” ungkap Dodik, Minggu (27/5).

Dodik juga menambahkan ”Bersama Polisi dan TNI, kami sudah programkan razia rutin di tempat kos , sebab di tempat tersebut sangat rawan terjadi tindak asusila. Kita ingin mewujudkan Kota Mojokerto bermoral seperti motto kota ini,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik mengungkapkan “Satpol PP memang harus jeli dalam memantau lokasi-lokasi yang rawan terjadinya praktik asusila dan prostitusi,” ujarnya.

“Dan di lokasi tersebut juga rawan terjadi tindak kejahatan lainnya. Seperti perampasan dan peredaran narkoba, makanya harus sering dilakukan patroli,” tandasnya. (andy/yanto)