Berguru Ke Gresik, Kabupaten Rokan Hulu Riau Siap Kelola Pasar

0

Gresik, investigasi.today – Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu, Riau berguru ke Kabupaten Gresik untuk mencari tahu tentang penggalian retribusi jasa Usaha. Rombongan yang berjumlah 5 orang tersebut dipimpin oleh ketua Pansus Arif Reza diterima oleh Asisten I Indah Sofiana di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Senin (20/11).

Rombongan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyempurnaan Retribusi Jasa Usaha belajar untuk menggali potensi retribusi baru di Kabupaten Rokan Hulu, sehingga dapat menambah Pendapatan asli Daerah (PAD).

“Penduduk kami sebesar 550 ribu jiwa dan APBD kami sebesar Rp. 2,2 triliun. Namun selama ini kami hanya mendapatkan sedikit sekali pendapatan Asli Daerah dibanding daerah kami yang sangat luas yaitu 7700 kilometer persegi.” tandas Arif Reza.

Menanggapi tamunya dari Rokan Hulu, Asisten I Indah Sofiana menjelaskan bahwa semua program di Gresik secara tidak langsung mendatangkan PAD.

“Beberapa pembangunan misalnya Wahana Ekspresi Pusponegoro I dan II, Gedung Pemuda Kromowijoyo, Stadion Joko Samudro. Selama ini beberapa tempat tersebut sudah menghasilkan retribusi. Beberapa event nasional maupun International pernah diselenggarakan ditempat tersebut. WEP II misalnya yang dipakai kejuaraan International Bola Voli serta Gelora Joko Samudro yang dipakai Pameran Nasional pelayanan public” ujar Indah Sofianan merinci.

Namun demikian, beberapa retribusi lain juga didapat dari wisata religi yaitu di Makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Retribusi dari pengelolaan pasar dan retribusi pengelolaan parkir.

Mendengar tentang retribusi pengelolaan pasar, Winarto salah serorang anggota pansus seakan mendapat inspirasi baru.

“Nah ini yang saya butuhkan. Selama ini pasar di Rokan Hulu belum kami kelola. Sepulang nanti, kami akan masukkan retribusi pasar ini menjadi agenda khusus. Ada 56 desa dan 2 kelurahan di 16 kecamatan yang masing-masing punya pasar dan sampai saat ini belum kami kelola” ungkap Winarto. (luhung/salvado)