Bupati Merangin Ekspos Kawasan Strategis di Kementerian PUPR

0

MERANGIN JAMBI, Investigasi.Today – Bupati Merangin H Al Haris kamis (18/10) kemarin melakukan ekspos kawasan strategis Kabupaten Merangin Provinsi Jambi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelum sukses melakukan ekspos tersebut, bupati berjuang menemui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW). Selanjutnya bupati menghadap Ditjen Cipta Karya melalui Kasi Pedesaan Ny Wita.

Bupati terus menghadap Dirjen Bina Marga melalui Kasubdit Metropolitan Bambang Nurhadi dan Kasi Metropolitan Ashari. Tidak sampai disitu, bupati lalu menghadap Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan melalui Rilmantik Subdit Keterpaduan Program dan Jaringan.

Dalam paparannya bupati menegaskan, Kabupaten Merangin memiliki Kawasan Strategis Kabupaten (KSK). ‘’Kita akan mengembangkan kopi robusta kita. Di lokasi itu juga ada dua danau yang cukup bagus, Danau Pauh dan Danau Depati Empat,’’terang Bupati.

Di wilayah KSK itu akan kita kembangkan agro wisata. Dimana daerah itu selain kawasan pertanian, juga ada kawasan wisata. Merangin juga mempunyai Geopark nasional setelah Geopark Dua Batur Bali.

‘’Disebabkan kekurangan pembangunan infrastruktur di lokasi Geopark Merangin, maka kita belum bisa masuk ke UNESCO. Kita butuh infrastruktur Geopark yang memadai,’’jelas Bupati.

Geopark Merangin ini merupakan geopark tertua di Indonesia. Sekarang ini Geopark Merangin sudah masuk dalam penilaian UNESCO. Bupati menegaskan sangat membutuhkan bantuan Kementerian PUPR untuk infrastruktur jalan dan lainnya.

Selain itu juga perlu dibangun jalur tracking di daerah Geopark Merangin. Bupati berharap dengan bantuan itu bisa membawa Geopark Merangin masuk ke salah satu warisan dunia yang dinilai oleh UNESCO.

Semua perencanaan pembangunan kawasan wisata itu, sesuai dengan fokus visi misi Merangin Mantap, unggul di bidang pariwisata dan pertanian. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Jangkat, pulangnya bisa membawa oleh-oleh strawberries, markisa dan kopi.

“Kita akan fokus dalam pengembangan kopi, sehingga kopi kita tidak lagi dijual dengan nama kopi dari daerah lain. Dalam pembangunan kita tidak banyak program, program kita sedikit tetapi kita fokus dengan program, “harap Bupati. (Bahar Suro).