D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Unair Pilih Hengkang dari Gresik

0

GRESIK, Investigasi.Today – D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) memutuskan untuk hengkang dari Gresik pada, Senin (11/2/2019) pekan depan. Mereka memilih untuk memindahkan mahasiswanya ke Lamongan karena kampus di Gresik dianggap tidak representatif lagi.

Keputusan ini diambil setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menutup gerbang masuk kampus yang berada di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Nomor 211A. Penutupan gerbang dilakukan lantaran Pemkab membangun trotoar untuk mempercantik jalan di sepanjang RSUD Ibnu Sina dan Icon Mall tersebut. Dampak lain dari pembangunan trotoar tersebut, Kampus menjadi banjir, karena saluran air tertutup box culvert.

Hal ini disampaikan Suberi, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gresik, Rabu (6/2/2019). Namun, pihaknya masih berupaya mencari jalan tengah dengan melakukan hearing atau mempertemukan Pemkab Gresik dan pihak Kampus pada Kamis (7/2/2019).

Lebih lanjut politisi Demokrat tersebut mengungkapkan, dari inspeksi mendadak (sidak) di Kampus yang dilaksanakan Komisinya pada Senin (4/2/2019) ia mendapatkan beberapa informasi yang disampaikan pihak Perguruan Tinggi. Pertama, Pemkab memang sengaja menutup gerbang Kampus dengam alasan mempercantik trotoar, dan para civitas kampus diminta untuk keluar masuk Kampus dari gerbang milik Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang gerbangnya berada di samping timur gerbang Kampus.

“Sejak awal pembangunan box culvert dan trotoar, gerbang sudah ditutup Pemkab. Mahasiswa dan dosen keluar masuk Kampusnya melalui gerbang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lokasinya berada di samping gerbang Kampus,” ujar Suberi.

“Jelas ini tidak bisa. Keduanya adalah instansi yang berbeda. Gerbang merupakan salah satu bentuk indentitas dan legitimasi instansi. Apalagi sekelas Unair, tidak bisa kalau pintu gerbangnya numpang,” imbuhnya.

Kedua, saluran air di Kampus menjadi tertutup setelah adanya pembangunan trotoar. Pihak Pemkab, ungkap Suberi, memasang pompa air untuk membuang air hujan. Tapi pompa tidak mampu mengatasi banjir saat hujan deras.

“Ini sebuah dilema. Dulu Pemkab meminta Unair untuk datang ke Gresik, tapi sekarang justru fasilitas dasar yang menjadi kebutuhan Kampus malah tidak dipenuhi. Meraka sekarang merasa ditundung (Jawa; diusir, Red). Makanya memutuskan untuk pindah ke Lamongan,” ungkap Suberi.

Menurutnya, yang menjadi korban atas problem ini adalah para mahasiswa. Ia menerima laporan jika sebenarnya para mahasiswa keberatan dengan pemindahan tersebut.

“Jelas membutuhkan biaya lebih. Jika mahasiswa yang kos, harus pindah kos. Bila mahasiswa asal Gresik dan tidak kos, mereka harus pulang pergi perjalanan yang jauh,” ungkapnya. Karena itu, Suberi berharap bisa menemukan jalan tengah saat hearing yang digelar Kamis.

Sekadar informasi, D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Unair ini dulunya adalah Akademi Keperawatan (Akper) Gresik. Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih menandatangani naskah Perjanjian kerjasama yang berlangsung di Ruang Utama Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (18/4/2018). Perjanjian yang ditandatangani tersebut adalah tentang Penyatuan Program Studi D3 Keperawatan Akademi Keperawatan Pemkab Gresik kepada Unair. (Salvado)