Darul Hasyim; Pilkada Tahun 2020 Sumenep Jangan Dibuat Ajang Merebut Kekuasaan

0

Sumenep, Investigasi.today – Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) pada bulan September tahun 2020 Sumenep mendatang jangan hanya dibuat ajang merebut kekuasaan semata, akan tetapi dengan pesta demokrasi pilkada nanti ini bagaimana resolusi politik adalah sebaiknya menjadi wadah untuk mengangkat rakyat jelata dan kaum duafa bukan sebaliknya hanya merebut kekuasaan semata yang hanya mementingkan pribadinya dan golongannya serta kelompoknya saja.

Darul Hasyim Fath menyampaikan pada pertarungan pilkada mendatang bagaimana para kandidad untuk bisa mengatasi dan mengentaskan segala sektor supaya masyarakat bukan hanya untuk dibuat alat politik akan tetapi bisa memberikan yang terbaik secara ekonomi, Transportasi laut darat maupun udara yang ada di darat dan kepulauan.

“Sebagaimana yang diharapkan masyarakat sumenep untuk program pembangunan lima tahun ke depan supaya para elit politik bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakat dan kemudahan di segala sektor dan pilkada nanti bukan sekedar merebut kekuasaan semata akan tetapi memberikan pengabdiannya yang terbaik pada masyarakat sumenep untuk hidup lebih baik dan layak”, tegasnya.

Sedangkan pilkada mendatang kita harus peka untuk memilih Kepala Daerah yang bisa memberikan bukti bukan janji pada masyarakat sebagai demokrasi yang bersih, adil, jujur, dan aman serta amanah. Karena pilkada mendatang kami berharap untuk bisa mengentaskan bagi kaum jelata dan kaum duafa, dan apa yang diharapkan nanti dalam pertarungan pilkada untuk bisa memberikan yang terbaik dari berbagai sektor.

“Solusi terbaik untuk pilkada bukan hanya merebutkan kekuasaan, akan tetapi politik ini bisa diangkat dari kebudayaan untuk mengangkat kebudayaan daerahnya seperti pariwisata yang selama ini belum mencapai maksimal akan tetapi harus memperhatikan sarana dan prasarana dukungan masyarakat yang selama ini tempat wisata yang ada dikatagorikan masih rendah belum ada apanya”, Tegasnya.

“Sedangkan tempat wisata dan tempat bersejarah yang ada di kabupaten Sumenep  banyak sekali hanya secara prasarana dan sarana masih sangat minim sekali”, ungkapnya.

Darul Hasyim Fath dari Partai politik PDI perjuangan tidak merasa menjadi wadah, kita hanya obyek untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil dan kaum duafa. Sedangkan politik republik ini adalah kunci utamanya adalah dari Nahdhatul ulama (NU) kita hanya seiring sejalan saja untuk meneruskan demokrasi kita ini untuk politik yang secara historis saja akan tetapi bukan hanya sebagai ladang untuk para elit  yang semata hanya mendongkrak pada waktu pesta demokrasi saja akan tetapi yang diharapkan para elit nanti bisa menjadi motor penggerak masyarakat untuk bisa berdemokrasi secara nalar dan bukan semata karena paksaan belaka.

Sehingga pesta demokrasi bisa menjadi ajang pesta yang bisa memberikan solusi dan motivasi secara baik dan bisa membawa pilkada Sumenep tahun 2020 adalah titik balik tempat para jelata yang mana kita berharap tetang perubahan nasib pada dirinya. Kalau tidak pilkada tak merubah resesi biasa dari rutinitas proses politik yang terjadi. Oleh karena itu, menjaga proses demokrasi menjelang pemilihan Bupati dan wakil Bupati Sumenep tahun 2020 mendatang menjadi tanggung jawab bersama.

Sehingga apa yang telah disampaikan oleh Darul Hasyim Fath politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua Komisi I DPRD Sumenep menjelang Pilkada Sumenep mendatang  rencananya akan dihelat pada 23 September 2020 mendatang.

Sedangkan Ruang publik selama ini diisi oleh kebisingan dan pertarungan kekuasaan yang hanya semata dan epesintrum ini harus digeser menjadi debat politik advokasi para jelata yang terabaikan. (Fathor)