Datangi Gantang, Mahasiswa KKN Wijaya Kusuma Edukasi Pencegahan Covid-19

0
Mahasiswa KKN Wijaya Kusuma saat kegiatan penyemprotan disinfektan

Gresik, Investigasi.today – Kuliah kerja nyata atau biasa disebut KKN merupakan kegiatan wajib yang harus ditempuh mahasiswa sebagai bentuk penilaian dan pengabdian ke masyarakat, begitu juga dengan mahasiswa dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Sebanyak 15 mahasiswa dari prodi Manajemen, Pendidikan Biologi, PGSD dan Pendidikan Bahasa Inggris mulai tanggal 3 hingga 8 Agustus 2021 datang ke Dusun Gantang, Desa Boboh, Kecamatan, Menganti, Gresik, Jawa Timur untuk melakukan pengabdian ke masyarakat. Dengan tetap mematuhi peraturan PPKM dan arahan dari Universitas, mereka membuat serangkaian program kerja yang sesuai dengan tema yang diangkat yakni “Edukasi Pencegahan Covid-19”.

Ketua kelompok KKN, Alamsyah Dea Maulana mengatakan “kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian nyata dari mahasiswa kepada masyarakat, serta sebagai tempat praktik untuk nanti ketika terjun ke masyarakat”, ungkapnya, Jumat (6/8).

Lana, panggilan akrabnya juga menambahkan bahwa dalam KKN ini ada sejumlah proker yang dikerjakan. Diantaranya sosialisasi tentang pencegahan covid, pembuatan handsanitizer, peyemprotan Disinfektan, pengecatan tembok jalan kampung dan berbagai kegiatan yang langsung melibatkan masyarakat.

“Meski situasi lagi pandemi seperti ini, kami berusaha memberikan program kerja yang terbaik dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat. Dan pastinya kami tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang kami lakukan,” tandas mahasiswa dengan tubuh besar ini.

Mengingat masih tingginya angka penyebaran COVID-19 di Kota Gresik, maka perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat dan mematuhi prokes, mengingat varian covid yang baru penyebarannya semakin cepat.

Mahasiswa KKN Wijaya Kusuma saat kegiatan pengecatan jalan lingkungan

Saat kegiatan edukasi, Sintya Putri Kartika selaku wakil ketua kelompok mengimbau agar seluruh masyarakat menerapkan pola hidup sehat, seperti: rajin mencuci tangan dengan sabun, makan makanan gizi seimbang, istirahat yang cukup, rajin berolahraga dan minum air 8 gelas perhari.

“Jangan lupa memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, mengurangi mobilitas. Bila sakit segara periksa ke dokter dan yang terpenting jangan lupa berdoa agar terhindar dari virus covid-19 dan terpeliharanya kesehatan fisik dan kesehatan mental,” tutur Sintya.

“Semoga apa yang kami sampaikan dalam edukasi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar dapat menciptakan individu dan lingkungan masyarakat yang sehat,” harap Sintya.

Mengingat harga handsaniter yang lumayan mahal, mahasiswa Wijaya Kusuma juga mengajari warga bagaimana cara untuk membuatnya. Bahan-bahan yang digunakan adalah alcohol 70%, aquadest, H2O2, dan Gliserol. Karena bahan-bahan yang digunakan tersebut memiliki resiko tinggi jika bersentuhan langsung dengan kulit, maka pembuatanya juga harus berada di tempat terbuka dengan memakai handscoon sebagai alat pelindung diri.

Untuk meminimalisir resiko kesalahan yang nantinya terjadi, sebelum hari H kegiatan dilakukan koordinasi secara online terkait pembuatan handsanitizer. Partisipasi dalam pembuatan handsanitizer tersebut dikhususkan pada beberapa anggota karang taruna Dusun Gantang saja dikarenakan anjuran dilarang melakukan kerumunan yang melebihi kapasitas minimum.

Terkait kegiatan KKN Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini, Ketua RW Dusun Gantang, Supardi menyampaikan terima kasih dan akan terus mensupport semua program kerja yang dilakukan. “Dengan adanya KKN ini, pengetahuan warga kami semakin bertambah, dan semoga apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya. (Slv/Lana)