Diduga Bangun Asal-asalan, Gapura Desa Talok Ambruk

0

Mojokerto invetigasi today– Anggaran yang digelontor oleh pemeritah pusat maupun Daerah ke setiap Desa memang tidak tanggung-tangung setiap Desa per tahun bisa menyerap anggaran antara 1,5 hingga 3 Milyard per tahun, alokasi anggaran itu didapat melalui anggaran dana Desa (ADD) ,Dana Desa (DD), Bantuan keuangan Desa (BKD) selain itu juga ada dari PAD (Pendapatan Asli Desa) maupun bagi hasil pajak, tentunya semua anggaran tersebut diperuntukkan untuk operasional kegiatan Desa dan pembangunan Desa.

Tapi banyak yang disayangkan dalam kegiatan pembangunan infrastruktur banyak Desa yang bermasalah karena dalam pembangunan yang dilakukan oleh pihak Desa tidak memakai aturan RAB (Rencana anggaran Belanja) secara benar.

Seperti yang terjadi di Desa Talok Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, ada bangunan Gapura ala mojopahitan yang ambruk, dugaan kuat bangunan gapura ini dibangun dengan asal-asalan tidak sesuai Juklak -Juknis dan RAB, dengan perekat semen yang kurang bangunan ini akhirnya ambruk tanpa sebab yang jelas, “ungkap ungkap Tawi aktifis PL 10 Nop 1945.

,” Bangunan tersebut menggunakan anggaran Dana Desa sejumlah 44 juta Rupiah, dan menggunakan tenaga kerja pihak ke tiga namun baru habis masa garansi bangunan, Gapura yang berada di Desa Talok tersebut Ambruk, artinya patut dicurigai bangunan ini dibangun dengan asal-asalan,”ungkap tawi.

Terpisah Eks Sekdes DesaTalok, Didik ketika dikonfirmasi soal Gapura ambruk tersebut juga membenarkan, bahwa bangunan tersebut menggunakan anggaran Dana sebesar 44 juga, soal Rab dan lainya saya tidak tahu, yang tahu hanya kepala Desa Talok Rurin ayuningrum, , ” kilahnya.saat ditemui wartawan pada Minggu(14/4/2019).

Disinggung penyebab robohnya gapura, mantan Sekdes yang saat ini menjadi pejabat di Kecamatan Dlanggu mempertegas ambruknya bangunan diduga karena perekat yang kurang yang terlihat hanya perekat dari tanah saja, ” jelasnya

Lebih lanjut Didik menjelaskan bahwa dirinya saat menjabat sebagai Sekdes di Desa Talok tidak pernah dilibatkan dalam membahas soal bangunan oleh Kepala Desa Setempat, jadi saya tidak tahu secara detail, tahu saya bangunan tersebut dikerjakan pihak ke tiga,”tutupnya. (Yanto)