Digitalisasi K3PG Ditarget Mampu Tingkatkan Omzet Hingga Rp 1 T

0

Gresik, Investigasi.today – Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) menargetkan omzet penjualan tahun 2019 sebesar Rp 1 triliun, angka ini naik sekitar 11 persen dari capaian tahun 2018 sebesar Rp 897 miliar. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus K3PG, Rohmad dalam puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-35 K3PG di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik (PG), Selasa (13/8).

Rohmad juga menargetkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan dibagikan untuk 5.800 anggota K3PG naik antara Rp 8 miliar hingga Rp 9 miliar. Sedangkan tahun lalu mencapai Rp 7,46 miliar.

Ia meyakini naiknya target omzet dan SHU ini tercapai karena dukungan transformasi digital yang dimulai K3PG di usianya yang ke-35 ini. Selain itu, juga disokong oleh program optimalisasi bisnis usaha.

“Transformasi digital dan optimalisasi unit usaha ini diluncurkan dalam puncak HUT 35 K3PG,” ujarnya.

Transformasi digital K3PG diawali dengan peluncuran K-Mobile atau aplikasi berbasis android dan iOS. Aplikasi ini mampu memberikan segala akses anggota melalui smartphone di genggaman tangan.

“Aplikasi ini dibuat sesimpel mungkin namun memiliki fungsi yang komprehensif. Agar aplikasi ini mudah dipahami untuk semua anggota yang tertidiri dari berbagai generasi,” kata Rohmad.

Pada pengembangan tahap pertama, anggota dapat memperoleh informasi mengenai keanggotaannya di K3PG dan bisa melakukan segala macam transaksi yang berkaitan dengan Unit Simpan Pinjam. Mulai dari informasi saldo dan historis transaksi rekening, melakukan setoran secara online, informasi terkait pinjaman, dan lainnya.

Tahap kedua nanti akan memberikan akses anggota K3PG untuk transaksi online di K-Mart. Selain itu, untuk pembagian SHU yang selama ini dilakukan manual, pada tahapan kedua akan otomatis masuk ke dalam e-wallet atau dompet digital yang ada di akun anggota di K-Mobile.

Kupon elektronik ini dapat digunakan untuk transaksi online K-Mart maupun saat datang ke toko K-Mart langsung, melalui proses scan barcode ketika pembayaran di kasir.

Dengan aplikasi ini Rohmad memastikan dapat meningkatkan aktivitas transaksi anggota yang tersebar di beberapa daerah. Dengan demikian omzet penjualan pun akan terdongkrak.

Selain itu, transformasi digital K3PG juga ditandai dengan lahirnya program Penebusan Pupuk Non Subsidi Retail “Petani” (Penebusan Tanpa Antre ) yang merupakan aplikasi berbasis website untuk memudahkan Distributor dan Kios dalam penebusan pupuk komersial Petrokimia Gresik (PG). “Petani” juga menjadi jawaban K3PG dalam menjalankan amanah PG sebagai Distributor Utama Pupuk Non-subsidi Retail di Jawa Tengah-DIY dan Sumatera Utara-Aceh.

“Aplikasi ini juga merupakan bentuk dukungan K3PG terhadap transformasi bisnis Petrokimia Gresik” tandas Rohmad.

Sementara optimalisasi unit usaha dibuktikan K3PG dengan peresmian rest area di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Abir-abir, Kec. Bungah, Kab. Gresik. Serta pembukaan toko retail dengan sistem grosir K-Mart Express di Jalan Ahmad Yani, Gresik.

“Kami juga terus berupaya mengoptimalkan nilai atau value dari setiap unit kerja agar dapat meningkatkan kemandirian dari K3PG,” pungkasnya.

Dewan Pembina K3PG, Rahmad Pribadi dalam arahannya berpesan agar K3P3 tetap berinovasi, meningkatkan kikerja dan terus memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Rahmad yang juga Direktur Utama (Dirut) PG ini mengapresiasi inovasi digital yang dijalankan K3PG.

“Sangat sedikit koperasi yang mampu mengikuti era 4.0 seperti K3PG. Di usianya yang sudah matang ini, perjalanan K3PG sudah pada arah yang tepat,” ujar Rahmad Pribadi. (*/Salvado)