HUT ke-19 Kota Batu, DAMRI Serahkan 2 Unit Bus Untuk Jalur Wisata Bromo

0

BATU, Investigasi.today – Janji DAMRI untuk menyediakan armadanya secara khusus untuk angkutan wisata dari Kota Batu ke kawasan Bromo akhirnya terwujud. Hal ini setelah usai mengikuti upacara peringatan HUT Kota Batu ke 19 di Balaikota Among Tani beberapa waktu lalu secara khusus perwakilan DAMRI menyerahkan secara simbolis dua dari tujuh unit bus jenis medium kepada Walikota Batu Dewanti Rumpoko. 

Dewanti merasa bersyukur dengan adanya bantuan tersebut sembari berharap aktivitas pariwisata pulih kembali. Memang ia sadari, perlu ada kolaborasi antar pemerintah dengan pihak lain, termasuk di antaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Perum Damri memberikan tujuh armada khusus untuk angkutan dari Batu ke Bromo. Ini yang akan dioperatori Damri,” ujar Dewanti usai menerima 2 unit bus. 

Operasional sepenuhnya akan dikelola oleh Perum Damri. Armada yang disediakan adalah mini bus untuk mengangkut wisatawan. Bus akan berada di Kota Batu lalu mengantar wisatawan ke Bromo.

“Rutenya nanti lewat Pasuruan karena mereka juga meminta. Ini rute dari Perum Damri. Dikelola Damri, Pemkot Batu hanya diberi lot untuk jalur,” terangnya.

Dewanti menyambut baik hadirnya armada Damri melayani wisatawan. Hal itu sejurus dengan upaya memulihkan pariwisata di Kota Batu, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat. “Ketika ada fasilitas dari pemerintah, pasti biro perjalanan akan membuka paket perjalan Batu – Bromo,” katanya.

Sektor pariwisata salah satu sektor yang mempengaruhi pertumbuhan perekonomian. Dewanti pun mengajak seluruh elemen di Kota Batu terus bersemangat agar perekonomian terus bangkit meski kondisinya sedang mengalami pandemi.

“Kita masih patut bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Batu berdasarkan data sementara dari BPS masih positif pada kisaran angka 2 persen sampai dengan 3 persen. Kondisi ini merupakan modal yang sangat berharga sehingga dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan sektor pariwisata terus digenjot agar perekonomian kembali pulih. Hingga akhir tahun ini, Dinas Pariwisata menargetkan 3 juta wisatawan. Hingga September lalu, Arief mengatakan sudah ada 1.6 juta wisatawan yang datang ke Kota Batu.
Ada sekitar 20 ribu warga Kota Batu yang bekerja di sektor pariwisata. Angka itu masih belum menghitung warga yang terdampak secara tidak langsung terhadap keberadaan wisata, seperti warung makan dan pelayanan transportasi umum.   

“Namun demikian, saat awal pandemi sempat tutup total tiga sampai empat bulan. Dengan persiapan edukasi yang kami susun, sekarang ini sudah dibuka. Kami kampanyekan kunjungan wisata sehat, tertib dan disiplin protokol. Semangatnya adalah menjaga keseimbangan,” kata Arief.

Arief menerangkan, saat ini telah masuk masa pemulisah. Masa pemulihan akan berlangsung sejak Juli hingga akhir tahun ini. Sebelumnya, Kota Batu menjalani masa tanggap darurat sejak pertengahan Maret 2020. Semua hotel dan tujuan wisata tutup untuk menekan potensi penularan Covid-19. (bangir)