Jaga Kondusifitas, Mahasiswa Papua Dievakuasi Keluar dari Surabaya

0


Mahasiswa Papua saat dievakuasi menggunakan bus

SURABAYA, Investigasi.Today – Evakuasi ratusan mahasiswa Papua asal luar daerah dilakukan oleh Forpimda Kota Surabaya dari jajaran Polrestabes, Pemkot dan TNI dengan menggunakan armada Bus.

Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses evakuasi ratusan mahasiswa Papua asal luar daerah dengan harapan tidak lagi melakukan aksi yang bisa dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan wilayah Kota Surabaya.

“Alhamdulillah proses evakuasi kelompok mahasiswa yang tergabung Aliansi Mahasiswa Papua berjalan dengan lancar dan kondusif,” ujarnya kepada sejumlah awak media. Minggu (2/12) kemarin.

Rudi menerangkan satu Bus berisi 50 mahasiswa asal malang sudah diberangkatkan, sedangkan untuk 103 mahasiswa lainnya dikembalikan ke berbagai daerah melalui terminal Bungurasih. “83 orang kembali dengan menggunakan sepeda motor karena berdomisili di Surabaya, dan sisanya 13 orang adalah penghuni asrama Papua di jalan kalasan Surabaya,” terangnya didampingi Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan.

Rudi menghimbau agar mahasiswa Papua asal luar daerah tidak lagi kembali. Demi menjaga Kondusifitas Kota Surabaya, jajaran Forpimda akan terus kompak dan melakukan penegakan hukum dengan tegas. “Keberhasilan evakuasi ini berkat kerjasama semua pihak, baik Forpimda maupun kelompok-kelompok yang turut menjaga keutuhan NKRI di Surabaya,” pungkasnya.

Pasca insiden Jalan Pemuda yang terjadi pada Sabtu (1/12) antara massa Ormas Bela NKRI dengan kelompok mahasiswa asal Papua yang tengah menggelar aksi “NKRI No, Referendum Yes”. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Arek Suroboyo Melawan Separatisme (AASMS) pada Minggu (2/12) mendatangi asrama mahasiswa Papua di jl Kalasan no 14 Surabaya karena tidak ingin wilayah Kota Surabaya dijadikan ajang aksi oleh mahasiswa pro Papua Merdeka.

Demi menjaga Kondusifitas dan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya Jajaran Forpimda mengambil sikap tegas dengan mengevakuasi mahasiswa Papua luar daerah keluar dari Kota Surabaya. (Ink)