Jatim Terima Penghargaan Layanan Anak Terintegratif

0

Malang, investigasi.today – Jawa Timur menerima Penghargaan Provinsi Peduli Anak Jalanan. Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Kofifah Indah Pariwangsa kepada Sekdaprov. Jatim Dr. Akhmad Sukardi,MSi yang mewakili Gubernur Jatim Dr. Soekarwo, di Alun-alun Kota Malang, senin (20/11) sore.

Penghargaan Provinsi Peduli Anak Jalanan dari Menteri Sosial Republik Indonesia diberikan tidak hanya kepada provinsi Jawa Timur saja, melainkan juga kepada Daerah Istimewa Jogyakarta DIY), Kota Makasar dan Kabupaten Tulung Agung, Kab. Goa dan Kabupaten Kelaten Jawa Tengah.

Selain menerima penghargaan Provinsi Peduli Anak Jalanan, Jawa Timur juga menerima penghargaan Layanan Anak Terintegratif dari Mensos dengan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan. Selain tiga provinsi, menteri Sosial juga memberikan penghargaan kepada Ibu Samiatus Sholiha Pengasuh Yayasan Setara Semarang. Penghargaan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) kepada Sabilillah Sahibul Hikmah.

Sebelum penyerahan penghargaan Provinsi Peduli Anak Jalanan dan Penghargaan Layanan Anak Terintegratif, Ibu Mensos Khofifah Indah Pariwangsa lebih dulu melounching Peraturan Pemerintah (PP) No.44 tahun 2017 tentang Pengasuhan Anak.

Menurut Khofifah, anak adalah anugerah yang harus diperhatikan, diasuh dan disayangi serta diberikan tempat itnggal yang layak. Selain itu, anak harus dibekali dengan ilmu serta kepinteran dan kecerdasan sebagai bekal kalu dia sudah besar dan dewasa nanti. Karena hanya dengan ilmu yang cukup dan mumpuni anak bisa berdikari, berdiri diatas kakinya sendiri serta mampu mandiri membekali dirinya sendiri serta keluarganya.

Untuk itu, lanjutnya, kita sebagai orang tua harus menyayangi, mengasihi serta membimbing dan memberikan perhatian kepada anak-anak kita hingga mereka siap untuk dilepas. Karena hanya dengan kasih sayang orang tualah mereka bisa hidup wajar dan sejahtera. Karena anak adalah amanah dan titipan dari Allah kepada kita para orang tua yang sudah dipercaya bisa dan mampu membesarkan mereka dengan baik oleh Allah, jangn disia-siakan, tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Mensos mengatakan, mereka menjadi anak jalanan adalah bukan pilihan hidup mereka yang menyenangkan. Akan tetapi itu merupakan keterpaksaan, karena mereka mau ataupun tidak harus menerima apa yang ada di depan mata mereka. Yaitu mereka harus mau memperjuangkan apa yang mereka inginkan, sebab kalau mereka tidak memperjuangkan lebih dulu tidak mungkin bisa hidup. Karena seperti itulah hidup yang harus mereka lalui, keras dan penuh intrik baik dari lingkungannya maupun dari luar lingkungan mereka.

Seusai sambutan, Mensos dengan didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos dan Deputy Kebudayaan dan Pendidikan Anak Jalanan serta Direktur Bank BNI, berkenan menyerahan bantuan tabungan secara Simbolis kepada 10 anak sebagai Perwakilan dari 583 anak penerima bantuan Tabungan BNI se Malang Raya. Tabungan BNI yang diserahkan kepada 583 anak, dan masing- masing tabungan berisi uang sebesar Rp 1.000.000,-.

Setelah menyerahkan, Mensos Khofifah Indah Pariwangsa mengatakan, semoga tabungan yang diberikan bisa bermanfaat dan kedepan semoga anak- anak penerima tabungan ini semuanya sukses dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama serta selalu berbahakti kepada orang tua.. (utsman/yit)