Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Bantu 50 Ton Petroganik untuk Kota Madiun

0

Gresik, Investigasi.today – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali memberikan bantuan pupuk untuk petani terdampak Covid-19 dalam menghadapi musim tanam. Kali ini bantuan pupuk organik Petroganik non-subsidi sebanyak 50 ton disalurkan untuk petani di Kota Madiun.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih kepada Walikota Madiun, Maidi di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik, Kamis (18/6).

Digna menjelaskan bahwa, bantuan pupuk ini diberikan menyambut musim tanam, mengingat petani beberapa daerah seperti Kota Madiun akan memulai tanam padi di bulan Juni ini.

Bantuan ini merupakan upaya memotivasi petani terdampak Covid-19, sehingga dapat terus meningkatkan produktivitas tanaman dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

“Dengan produktivitas yang tinggi, kesejahteraan petani juga ikut terbantu. Seperti diketahui, pandemi ini telah banyak mengganggu perekonomian masyakat di tanah air, termasuk juga petani,” terangnya.

Petroganik, lanjut Digna, telah dikembangkan Petrokimia Gresik sejak tahun 2004, sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-Organik di bawah 2%. Padahal tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-Organik sebesar 5%. Sementara Petroganik mengandung kadar C-Organik minimal sebesar 15%, sesuai standar Permentan No 1 Tahun 2019 dan SNI No 7763 Tahun 2018, sehingga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah.

Selain itu, Petroganik ini juga merupakan salah satu media untuk mengampanyekan peran Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri kepada petani, serta menjadi bagian program edukasi kepada petani untuk menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang. 

Adapun pola pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik adalah 5:3:2. Rinciannya Petroganik (500 kg), NPK Phonska (300 kg), dan Urea (200 kg) untuk setiap satu hektare lahan sawah. 

“Pemupukan berimbang ini memadukan antara pupuk organik yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah dan pupuk anorganik sebagai penyedia unsur hara tanaman,” jelasnya.

Digna mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi menjaga lingkungan sekaligus kelestarian alam demi keberlanjutan pertanian atau sustainable agriculture di Indonesia.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan membantu pemulihan kesejahteraan petani terdampak Covid-19,” ujarnya.

Walikota Madiun, Maidi dalam sambutannya membenarkan jika Covid-19 telah berdampak pada perekonomian, sehingga pemerintah memberikan sejumlah bantuan untuk meringankan beban masyarakat. Beras dari petani Kota Madiun inilah yang diberikan sebagai bantuan untuk masyarakat setempat.

Untuk itu ia mewakili petani menyampaikan terima kasih atas bantuan Petrokimia Gresik, karena bantuan ini tidak hanya bermanfaat bagi petani, tapi juga masyarakat penerima bantuan sembako dari beras petani ini.

“Saya berharap sinergitas ini dapat terus ditingkatkan. Kami siap menjalin kerjasama untuk uji coba produk inovatif baru dengan pertanian yang ada di Kota Madiun,” ujarnya.

Sementara itu, bantuan ini melengkapi program bantuan sebelumnya, dimana Petrokimia Gresik juga memberikan 50 ton pupuk Petroganik untuk petani di Kota Mojokerto beberapa waktu lalu. Selain itu, Petrokimia Gresik juga memberikan dukungan terhadap program bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo dengan menyediakan 25 ton pupuk NPK Phonska Plus, serta program bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan menyiapkan 417 ton NPK Phonska Plus

Di kesempatan yang sama Digna juga menyerahkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk 21 kelurahan/desa yang ada di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Polsek Kebomas, serta Puskesmas Moncek dan Saronggi di Kabupaten Sumenep.

Bantuan APD yang diberikan diantaranya masker, nitril gloves, baju pelindung atau isolation coverall, sepatu boot, pelindung wajah atau face shield dan helmet, handscoon non-steril, apron plastik, dan goggles. Selain itu juga Petrokimia Gresik memberikan alat pencegahan berupa hand sanitizer.

Dalam kesempatan ini, Digna kembali mengingatkan petani untuk selalu memperhatikan protokol pencegahan penularan Covid-19, sehingga kegiatan di sektor hulu pertanian tetap berjalan lancar. (Ink).