Jembatan Pacasila Dendang Tak Tersentuh Pembangunan Dari Pemkab Tanjab Timur

0

TANJAB TIMUR, Investigasi.Today Jembatan Pancasila yang terletak Rt 01 dusun Blok 4 Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, terlihat sangat menyedihkan, kondisi jembatan tersebut saat ini sudah tidak layak lagi pada saat masyarakan melintasi jembatan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jembatan Pancasila sejak di bangun dari tahun 1980 di masa rezim Peresiden Soeharto serta masuknya warga Tranmigri sebelum daerah ini pemekaran daerah dan masih dalam kekuasaan pemerintahan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung pada waktu itu.

Setelah pemekaran daerah kini menjadi kekuasaan pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur jembatan tersebut belum juga tersentuh pembangunannya.

Kerusakan terhadap jembatan itu,terlihat bagian lantainya banyak yang sudah lapuk, begitu juga bagian tiangnya juga ada yang lapuk, jika hal ini pihak pemkab Tanjung Jabung Timur tidak tanggap secepatnya maka akan terjadi korban bagi masyarakat yang melintasi jembatan tersebut

terkait kerusakan pada bagian jembatan masyarakat pernah melakukan perbaikan yang dilaksanakan lewat swadaya oleh masyarakat lingkungan dengan memperbaiki bagian lantai dengan cara menempel papan agar jembapatan bisa di lewati masyarakat.

Jembatan itu merupakan satu dari sekian banyaknya jembatan yang ada di Kecamatan Dendang dan yang tertua usianya adalah jembatan Pancasilah. Dalam pembangunan jembatan yang lain sudah terlaksana dibangun, hanya jembatan pancasila yang belum mendapatkan pembangunan yang layak. Diketahui bahwa kurang lebih ada 247 KK penduduk dusun blok 4 sangat membuthkan jembatan tersebut, karena satu-satunya jembatan untuk jalan menuju keluar dari lungkungan harus melewati jembatan tersebut.

Saat di konfirmasi, Kades Catur Rahayu, Suprianto Jumat (5/7) mengatakan, ‚Äúpihak desa sudah pernah mengajukan pembangunan tentang jembatan Pancasila lewat Musrenbang sejak tahun 2017- 2018 dan juga 2019 sejak saya menjabat kepala Desa dari 2017″, ujar Suprianto.

Semasa desa ini di pimpin oleh kepala Desa yang lama, juga mengajukan pembangunan jembatan itu lewat musrenbang dari tahun 2014 – 2015 dan 2016, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari Pemkab Tanjung jabung Timur terkait pembangunannya.

Dengan kerusakan terhadap jembatan tersebut saya sebagai pemerintah desa, mengharapkan agar pemkab Tanjung Jabung Timur mempunyai rasa keperdulian terhadap jembatan tersebut, demi kelancaran masyarakat desa Catur Rahayu saat melintasi jembatan tersebut hingga menimbulkan rasa aman dan kenyamanan. (Budi yono).