Kabupaten/Kota se-Jatim Diminta Kembangkan UMKM Batik

0

Surabaya, investigasi.today – Seluruh kabupaten/kota se-Jatim diminta mengembangkan UKM, salah satunya pada potensi batik di masing-masing.

Di era MEA sekarang ini, UMKM seperti batik bisa menjadi tumpuan harapan bagi keberlangsungan perekonomian yang tengah menghadapi gempuran global, ujar Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf saat menghadiri Pesona Indonesia Fashion Show di The Consulate Jl. Darmokali Surabaya, Jumat (27/10).

Untuk itu, Fatma mengapresiasi diselenggarakannya pagelaran busana yang menampilkan kreasi batik Bangkalan, Pacitan, Tulungagung, tenun Garut dan batik Cirebon. Apresiasi ini bermakna harapan agar para perajin UKM di Jatim agar lebih meningkatkan produktivitasnya.

Saya senang sekali produk-produk batik dari UKM ditampilkan. Ini jelas mempunyai visi misi untuk membantu UKM daerah, jelasnya.

Melihat potensi batik ini, ia juga meminta kepada masyarakat untuk menghargai karya-karya batik yang dihasilkan oleh pengrajin UKM khususnya di Jatim. Mari kita hargai ide atau gagasan yang dikreasikan oleh para pengrajin dengan membeli dan memakainya, tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Istri Gus Ipul ini berharap agar pagelaran busana bisa berlanjut tidak hanya di kota Surabaya, tetapi bisa dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya seperti di Malang dan Banyuwangi agar para pengrajin bisa merasakan manfaatnya. Karena dengan digelarnya pagelaran batik semacam ini, harapannya masyarakat mau membeli, sehingga produktivitasnya meningkat dan pengrajin menjadi lebih sejahtera.

Bahkan 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur sudah memiliki batik khas masing-masing. Seperti di Mojokerto, ada batik yang menggambarkan kerajaan Majapahit dan tentu saja memiliki filosofi. Probolinggo batiknya bermotif mangga. Jember dengan motif tembakaunya. Namun ada yang masih memerlukan sentuhan para designer agar hasil karya mereka menjadi lebih indah, pungkas Fatma yang juga Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Timur ini

Pagelaran Busana Pesona Indonesia ini menampilkan sembilan designer wanita yang menampilkan busana dengan batik motif Bangkalan, Tulungagung, Pacitan, tenun Garut serta batik Cirebon. (yit)