Kejagung Atensi Kasus BPJS di Dinkes Gresik

0


Teks foto ; Tim Kejagung saat akan membawa barang bukti ke Jakarta

GRESIK, Investigasi.Today – Kasus dugaan skandal penyimpangan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mendapatkan atensi khusus dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Hal ini terlihat saat tim Kejagung membawa barang bukti (BB) berupa komputer, hardisk, dan sejumlah alat elektronik lain ke Jakarta, Rabu (8/8).

Terkait hal ini, Kajari Gresik Pandu Pramukartika mengatakan “barang-barang yang kita sita dari Dinas Kesehatan dan rumah Kepala Dinas Kesehatan dibawa tim forensik Kejagung untuk dikloning. Itu adalah data-data yang dibutuhkan untuk penyelidikan,” ungkapnya.

“Sementara data yang tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut, segera dikembalikan ke Dinas Kesehatan,”lanjut Pandu.

Pasca penggeledahan Kantor Dinas Kesehatan, sekretariat, ruang kerja dan rumah Kadinkes Nurul Dholam pada Senin (6/8) lalu, tim penyidik Kejari Gresik yang menangani kasus tersebut bergerak cepat.

Setelah membawa sopir dan sekpri Kadinkes sebagai saksi penggeledahan. Giliran, Kejari akan memanggil 32 kepala Puskesmas, dan Pustu untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Kamis dan Jumat(9-10/8/2018) mereka kami panggil untuk diperiksa sebagai saksi,” tandasnya.

Pandu juga menambahkan “dalam minggu depan, penyidik akan menjadwalkan pemanggilan Kadinkes Nurul Dholam untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Surat panggilannya akan segera kami layangkan,” papar mantan Kajari Jambi ini.

Pandu mengaku tak main-main dalam penanganan kasus dugaan penyimpangan dana BPJS di Dinkes Pemkab Gresik tahun 2016-2017 senilai Rp 500 juta tersebut.

“Kami tak main-main. Kejagung memback up langsung,” ungkapnya.

Dia juga memastikan tak ada intervensi dari penguasa untuk pengusutan kasus BPJS tersebut.

“Kami serius tangani kasus ini. Tak pandang siapa yang terlibat dan terbukti akan ditindak tegas. Termasuk sejumlah kasus lain. Saya sudah instruksikan kepada semua bawahan,” tandasnya.

Ditanya apa tak takut pejabat yang akan diperiksa melarikan diri? Pandu dengan tegas menyatakan, tak takut. Dia mengaku sudah punya triknya.

“Jadi tak mungkin bisa melarikan diri,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pandu juga mengungkapkan tengah menangani sejumlah kasus lain di luar Dinkes. “

Tak semua perkara yang ditangani sebelum atau sesudah pemeriksaan dilakukan penggeledahan, termasuk sejumlah kasus lain di luar Dinkes,” pungkas Pandu. (Ink)