Klarifikasi Proyek PNPM Yang Mangkrak, Aktivis GNPK RI Malah Dianiaya

0

Banyuwangi, investigasi.today – Seperti yang di ketahui, kebanyakan proyek PNPM 2010 banyak yang menyisakan masalah.
Begitu juga proyek PNPM tahun 2010 di Desa Sempu Kecamatan Sempu. Pada tahun 2010 lalu Desa Sempu membangun 11 unit WC umum dari dana PNPM,dari 11 unit tersebut ada beberapa yang mangkrak.

Menindaklanjuti gejolak yang berkembang di masyarakat terkait WC umum yang mangkrak ini, Rujiyanto aktivis GNPK RI wilayah Banyuwangi mengadakan penelusuran ke proyek proyek tersebut.
Dari hasil pantauan di lapangan Rujiyanto menemukan beberapa hal yang janggal “saya tadi sudah melihat WC di 4 lokasi, 3 di antaranya karena dekat dengan rumah penduduk, akhirnya oleh penduduk yang tinggal di dekat bangunan di beri air dan di pakai sendiri. Sedang yang 1 tadi karena jauh dari rumah dan tidak ada air, maka keadaannya menyedihkan,
mangkrak dan gentengnya banyak yang runtuh” ungkapnya

Terkait kronologi pemukulan yang dialaminya, Rujiyanto menjelaskan “Pada lokasi berikutnya kebetulan WC itu berada di dekat rumah teman saya yang namanya Rizal dan kebetulan Rizal ini salah satu mantan pengelola PNPM, karena itu saya tanyakan ke dia. Tapi kelihatannya dia tersinggung dengan pertanyaan saya terkait WC proyek dari PNPM, dengan nada agak tinggi mengatakan dia tidak peduli kalau ada siapapun yang mempertanyakan proyek WC dari PNPM maka akan ia babat,
melihat gelagat yang tidak baik,saya pamit pulang”, jelas Rujiyanto

“Sesampai di depan Koperasi, tiba tiba Rizal ini mencegat saya di tengah jalan dan berteriak teriak memaki saya. Mendengar suara gaduh banyak karyawan Koperasi yang keluar,
pada saat itulah Rizal ini dengan sekuat tenaga memukul saya, untung saya pakai helm, setelah dia memukul saya lalu dia ditenangkan oleh karyawan Koperasi, kalau tidak dilerai, mungkin saya sudah jadi bulan bulanan Rizal”, tambahnya.

Menyikapi kejadian ini Rujiyanto tidak tinggal diam, dengan di antar aktivis dari BCW Masruri dia mengadukan peristiwa yang menimpanya ke Polsek Sempu.

“Terus terang saya merasa keselamatan saya terancam, apalagi berkali kali dia mengancam saya. Saya masih ingat kata katanya yang akan membabat siapapun yang mempertanyakan proyek WC dari PNPM, belum lagi kalau keluarga saya tau dengan kejadian ini,pasti akan menjadi tekanan psikis bagi mereka”, jelasnya.

Kalau masalah dugaan penganiayaan ini, saya sangat berharap ada tindak lanjut yang jelas, sebab ini menyangkut keselamatan jiwa seseorang, apa lagi ancaman ancaman yang dia lontarkan sudah seperti itu, saya juga sempat diancam”, pungkasnya.

Mengenai tindak lanjut dari pengaduannya, Rujiyanto menyerahkan sepenuhnya pada pihak yang berwenang. (Adi)