LAHAN PERHUTANI DI DUGA MENJADI AJANG PUNGLI

0

BANYUWANGI, Investigasi.today – Perum Perhutani merupakan Badan Usaha Milik Negara yang memiliki tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan perencanaan, pengurusan, pengusahaan dan perlindungan hutan di wilayah kerjanya. Perum Perhutani juga mengusahakan pelayanan bagi kemanfaatan umum. Namun Sangat di sayangkan apabila perum perhutani sebagai BUMN bila citranya sampai tercoreng oleh perbuatan segelintir oknum yang di duga telah melakukan suatu perbuatan yang terkesan tidak sesuai dengan suatu aturan hukum.

Kabar tak sedap yang sempat beredar pesat di kalangan masyarakat tentang adanya suatu pungutan kepada sejumlah warga yang menjadi pengarap lahan perhutani di kawasan KRPH KARANGHARJO dan tak menutup kemungkinan kabar tersebut sebelumnya sudah sejak lama terngiang di telinga khususnya masyarakat kawasan dusun Sumberurip dan Sumbermanggis desa Barurejo kecamatan Siliragung.

Dan kini lambat laun sedikit demi sedikit kabar terkait pungutan yang di sinyalir telah beraroma pungli tersebut sudah mulai terungkap, dengan adanya pungutan yang telah menimpa para warga yang menggarap lahan perhutani tersebut di duga kuat telah di lakukan oleh sejumlah oknum petugas perhutani itu sendiri dan hingga berita ini di tayangkan pihak petugas perhutani yang terkait belum bisa di temui.

Sumber mengatakan (17/09), Sudah banyak kami temukan kawan – kawan penggarap lahan perhutani telah di mintai UANG dengan kisaran yang berbeda ada yang per hektar itu Rp 8.000.000 ( Delapan Juta Rupiah ) dan juga ada yang Rp 4.000.000 (Empat Juta Rupiah ), Semua itu tergantung lokasi dan peristiwa tersebut menjadikan kami risih, Lahan yang sudah di tarik punggutan tersebut masuk kawasan banyuwangi selatan tepatnya di daerah Sumberurip masuk kawasan KRPH KARANGHARJO dan yang jelas para penggadu sudah banyak yang memberikan keterangan secara tertulis, ujarnya.

Selanjutnya berdasarkan data yang sudah tertulis dalam pernyataan tersebut di duga kuat telah terjadi Pungutan yang di telah di lakukan oleh oknum petugas Perhutani di bawah tingkatan ADM termasuk kelasnya MANDOR dan nama – namanya sudah kita catat semua selanjutnya kita sampaikan dalam bentuk surat pernyataan secara tertulis kepada bapak ADM perhutani di Banyuwangi, ungkapnya.( widodo )