Lima Tumpeng Raksasa, Simbol Kemakmuran, Kesejahteraan, Kerukunan, Kebersamaan dan Kekompakan Desa Domas

0


Teks foto ; Warga mengerubuti Tumpeng Raksasa di Balai Desa

GRESIK, Investigasi.Today – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 dirayakan diseluruh wilayah Indonesia hingga ke pelosok penjuru negeri, begitu juga dengan warga masyarakat Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik Jawa Timur. Mereka menggelar berbagai acara dan lomba disepanjang bulan Agustus.

Tiga hari terakhir merupakan puncak dari semua kegiatan yang ada di desa tersebut. Pada hari Jumat (31/8) Desa Domas menggelar Istiqosah dan Dzikir bersama, untuk mendoakan leluhur dan untuk keamanan, keselamatan dan kemakmuran Desa.

Pada hari Sabtu (1/9) digelar Pentas Seni dengan menampilkan berbagai hiburan. Seperti ; tarian, fashion show, band dan lainnya serta penyerahan hadiah.

Dan pada Minggu (2/9) merupakan puncak acara yang sekaligus bertepatan dengan Sedekah Bumi (Tegal Deso). Sejak pagi ribuan warga sibuk menyiapkan diri menyambut rangkaian prosesi sedekah bumi dan pada malam harinya digelar kesenian Campur Sari dan Wayang Kulit dengan Dalang Ki Surono.

Acara dimulai dengan arak-arakan Kereta Kencana yang dinaiki oleh Lurah Domas, Sri Retnowati dengan diiringi ribuan warga dari balai desa lama menuju balai desa baru.


Teks foto ; Sri Retnowati, Lurah Desa Domas saat memotong tumpeng raksasa

Suasana semakin meriah dengan tampilnya Seni Reog dan jaranan ( kuda lumping ), tak ketinggalan 5 tumpeng raksasa, yakni ; tumpeng sayur mayur, tumpeng buah, tumpeng ikan, tumpeng nasi dan tumpeng tingkat juga ikut diarak dalam acara tersebut.

Desa Domas yang terdiri dari empat dusun, yakni ; Petal, Kebondalem, Dukuhan dan Mrico sangat terkenal dengan kekompakannya, sehingga semua acara yang digelar berjalan sukses dan sangat meriah.

Kepala Desa Domas, Sri Retnowati menyampaikan bahwa acara tersebut digelar atas inisiatif dari warga masyarakat sendiri.

“Alhamdulillah, semua acara berjalan sukses. Semoga Desa Domas semakin baik dan semua warganya hidup makmur dan sejahtera,” ungkap Lurah dua periode ini.

Hal senada juga disampaikan Mujid Riduan SH, politisi senior PDIP yang kebetulan juga warga Desa Domas. Ia sangat mengapresiasi acara yang digelar dengan sukses dan sangat meriah tersebut.

“Acara Sedekah Bumi merupakan warisan budaya leluhur turun temurun dan harus terus dilestarikan sampai kapanpun. Anak cucu cicit kita juga harus melestarikannya,” ujar Wakil Ketua Komisi I ini.


Teks foto ; Mujid Riduan, Ketua Fraksi PDIP Gresik

Mujid Riduan juga mengatakan “acara ini digelar sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah SWT atas semua rezeki yang sudah diberikan, sehingga hasil bumi melimpah dan masyarakat Domas hidup berkecukupan dan sejahtera,” ungkap anggota DPRD dua periode tersebut.

Ketua Fraksi PDIP Gresik ini juga menyampaikan “kami sangat senang melihat kebersamaan dan kekompakan yang ditunjukkan oleh warga masyarakat Desa Domas. Semoga dalam moment peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 dan Sedekah Bumi ini semakin menciptakan rasa persatuan dan kesatuan, sehingga semua program pemerintah bisa berjalan sukses,” pungkas legislator yang akrab dengan semua lapisan masyarakat ini. (Salvado)