LSM Gaung Demokrasi Tanjab Timur Lakukan Aksi Unjuk Rasa

0

JAMBI, Investigasi.Today – Lembaga Swadaya Masyarakat Gaung Demokrasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan aksi unjuk rasa di lokasi bongkar muat sawit milik PT. Eka Wira Foresta (EWF), menuntut perusahaan untuk bertanggungjawab atas kerusakan sejumlah titik jalan lintas kabupaten yang diduga diakibatkan angkutan mobil yang bertonase tinggi. Aksi demonstrasi dilaksankan diikut belasan pemuda pada Kamis (22/08) pagi. Titik kumpul masa dilakukan disimpang empat arab jalan dua jalur, dimulai dari pukul 9 pagi. Masa menggunakan mobil picl up dan kendaraan bermotor menuju lokasi bongkar muat. Sebagai mana hasil dari pantauan awak redaksi, masa menggunakan ikat kepala merah putih dan membawa bendera merah putih. 

Dengan menggunakan alat pengeras suara, orator terus beroarasi sepanjang jalan menuju lokasi bgkar muat serta mengajak masyarakat untuk peduli terkait kerusakan jalan. Setibangnya dilokasi, masa berdiri tepat dipintu masukan area bongkat muat perusahaan. Dalam orasi, LSM Gaung Demokrasi minta pihak perusahaan untuk kiranya bersedia bertemu dengan perwakilan peserta demo. 

Muhammad Dachi, Ketua LSM Gaung Demokrasi mengakatan bahwa mobil berat yang bertonase tinggi milik PT.EWF diduga ikut serta menjadi penyebab kerusakan jalan lintas kabupaten menuju jambi. 

“Kami meminta kepada perusahaan untuk tidak menggunakan angkutan bertonase tinggi karena jalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak cukup kuat untuk itu. Banyak jalan rusak dan kami juga mengkhawatirkan jalan yang baru diperbaiki juga akan segera rusak” ujarnya.

Para pendemo terus menyampaikan orasi ditengah kendaraan yang lewat serta menjadi perhatian bagi masyarakat disekitar area bongkar muat. Tuntutan untuk bertemu dengan pihak managemen perusahaan, tampak belum kunjung dipenuhi. Tampak aktifitas bongkar muat terhenti katika terjadi aksi unjuk rasa didepan pintu masuk perusahaan. Pihak kepolisian juga tanpak sibuk berjaga-jaga guna mengamankan ketertiban lalu lintas.

Tak sampai satu jam menunggu, pihak managemen perusahaan bersedia bertemu dengan perwakilan peserta demo. Pimpinan aksi didampingi salah seorang peserta aksi, melakukam dialog dengan pihak perusahaan. 
Dalam upaya menunggu hasil pertemuan, peserta demonstrasi lainnya tetap melakukan orasi.

Selang beberapa waktu, pimpinan aksi, Muhammad Dachi menyampaikan pernyataannya hasil dari pertemuan didepan keramaian.
“Kami sudah bertemu pihak perusahaan. Tuntutan sudah kami sampaikan dan pihak perusahaan meminta waktu tiga kali 24 jam untuk membahas apa yanh menjadi tuntutan kami. Hanya itu yang dapat kami sampaikan. Kami menunggu dalam tiga hari kedepan. Terima kasih” tegas Dachi. (Fan).