Mancing Bareng, Simbol Kerukunan Warga Randegan

0

MOJOKERTO, Investigasi.today – Kearifan lokal terus dijaga masyarakat Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto dalam hal mewujudkan kerukunan.

Hal ini terlihat saat warga guyub rukun memancing di waduk Randegan, Minggu (21/4) lalu. Seluruh warga melakukan panen raya ikan yang ada di waduk setempat. Waduk itu sendiri, juga berfungsi sebagai irigasi untuk lahan persawahan yang ada di sekitarnya.

Pj Kepala Desa Randegan, Saddy menjelaskan panen raya ikan sudah dilakukan bertahun-tahun, wujud dari kearifan lokal warga setempat.

“Setiap musim penghujan ketika waduk mulai terisi air, warga iuran untuk membeli bibit ikan. Kemudian ikan dipanen secara ramai-ramai,” ujanrnya.

Menurut Pegawai Negri yang juga mengatur bagian pembangunan dan keuangan di Kantor Kecamatan Dawarblandong tersebut, tradisi ini akan terus dipertahankan guna menjaga budaya, khususnya mewujudkan kerukunan antar warga.

Ratusan warga antusias panen raya ikan di waduk Randegan dengan cara memancing “Kondisi di Randegan ini kan heterogen, secara budaya dan agama. Sehingga momen ini sangat pas untuk meredam konflik perbedaan di tengah masyarakat. Tapi sejauh ini, masyarakat tidak ada masalah. Guyub rukun selalu,” imbuhnya.

Kegiatan mancing ramai-ramai ini disambut antusias warga Randegan. Tua, muda, laki-laki dan perempuan ikut memancing di waduk. Ada banyak jenis ikan yang dipancing. Mulai dari bader, mujaer, tombro, bandeng, hingga patin. Warga pun mayoritas bisa membawa banyak ikan, lantaran jumlah ikan yang melimpah. (Yanto)