Masyarakat Bulangan Desak Panitia PAW Segera Gelar Pemilihan Kades

0

Gresik, investigasi.today – Ketidakpastian pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pengantin Antar Waktu (PAW) di Desa Bulangan Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, membuat para calon resah.

Pasalnya, meski sudah ada dua calon kepala Desa, yakni Nasikin (36) dan Maji Aris (53) yang ditetapkan sebagai peserta. Namun, kejelasan mengenai pelaksanaan PAW belum diketahui.

Bahkan sudah dua kali rencana pelaksanaan pemilihan PAW di Desa Bulangan dibatalkan, yakni pada tanggal 27 Februari dan 10 Maret 2018.

Para calon dan juga masyarakat Desa Bulangan kecewa dengan panitia Pemilihan Kepala Desa PAW di Desa Bulangan yang dianggap kurang kompeten dan diduga ‘main mata’ dengan Penanggungjawab (PJ) sementara Kades Islamiyah dan BPD.

Perlu diketahui, pergantian Kades Bulangan dilakukan karena Kades H. Fathur Rozi (periode 2013-2019) meninggal dunia bulan Agustus 2017 sebelum masa jabatannya habis. Sehingga diganti oleh Islamiyah (mantan Sekdes Bulangan).

Islamiyah sendiri mulai menjadi PJ Kades Bulangan mulai September 2017 dan akan berakhir pada 29 Maret 2018 mendatang. Sehingga jika tidak segera dilaksanakan pemilihan ada kemungkinan status Islamiyah sebagai PJ akan diteruskan.

Camat Dukun Arifin, mengungkapkan, proses PAW yang akan dilakukan sudah dilaporkan kepada Pemkab Gresik melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Bagian Hukum Setda Gresik.

“Pemilihan belum dilaksanakan karena SK (Surat Keputusan, red) dari Pemkab belum keluar. Biasanya prosesnya memakan waktu minimal satu bulan,” ungkap Arifin, usai musyawarah yang digelar panitia pemilihan PAW Kades Bulangan di Balai Desa setempat, Jumat (16/3/2018) sore.

Dalam musyawarah yang dihadiri Muspika Kecamatan Dukun dan tokoh masyarakat ini berlangsung alot. Diketahui juga, ada pasal dalam Perbup Gresik Tahun 2016 yang menjelaskan bahwa pelaksanaan PAW Kades maksimal satu tahun sebelum masa jabatannya habis.

Arifin menyerahkan sepenuhnya keputusan pergantian Kades pada masyarakat. Apakah melalui PAW atau meneruskan PJ sampai masa jabatannya berakhir.

“Yang jelas pilihan masyarakat akan kami dukung. Mau PAW atau PJ silahkan,” kata Mantan Sekertaris Dinas Perhubungan ini didampingi Kapolsek Dukun AKP Abdul Rokib dan Danramil Dukun Kapten Inf Pariono.

“Tadi panitia juga bilang jika masyarakat memaksa untuk melakukan pemilihan PAW kades sebelum SK keluar. Panitia tidak bisa memastikan apakah nanti Kades yang terpilih akan mendapatkan SK dari Bupati Gresik,” imbuhnya.

Salah satu calon kepala desa Bulangan Nasikin, berharap, proses pemilihan PAW segera dilakukan. Apalagi panitia pemilihan sudah dibentuk sejak Januari.

Dirinya juga meminta kepada pihak panitia dan BPD agar serius dalam melakukan proses pemilihan Kades.

“Adanya waktu yang mepet tidak boleh jadi alasan penundaan atau pembatalan pemilihan Kades PAW,” ujar Nasikin.

“Saya juga mau ada kejelasan waktu pelaksanaan PAW dan ada jaminan SK keluar setelah pilihan berlangsung. Jangan sampai terpilih tapi tidak bisa apa-apa,” tegasnya. (Rsd/luhung)