
Sidoarjo, investigasi.today – Media Sosial (medsos) menjadi target para pembuat hoax untuk membuat keresahan, kebencian dan perpecahan, bagi pengguna. Itu yang sedang dialami tak hanya Indonesia tapi juga negara lain.Untuk meredam tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, meminta para pemuda untuk menyaring semua informasi di medsos sebelum menyebar kembali,Sabtu(2/11/2017).
Ia menambahkan”Generasi milenial harus panjang akal,Jangan pendek pikiran, harus tabayun ketika mendapat informasi dari medsos.” kata Imam saat menjadi pembicara pada Talkshow 101,pihaknya mendatangkan pemain Arema FC (Dendi Santoso), Persebaya Surabaya (Rendi Irwan Saputra), Persib Bandung (Atep), dan Persija Jakarta (Gunawan Dwi Cahyono), untuk menceritakan pengalamannya menyikapi informasi hoaxnya,” ucapnya.
“Sengaja mengundang tim yang memiliki sejarah rivalitas, untuk menunjukan ke para pemuda bahwa rivalitas memerlukan rasa sportivitas. Rivalitas hanya di lapangan bola, di luar itu tetap sesama saudara.Sementara itu, gelandang serang Arema FC, Dendi Santoso, mengaku pernah diisukan hoax di medsos. Ketika itu, Dendi dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan, padahal Dendi sedang latihan gym,”terangnya.
Dikarenakan info seperti itu menyebar cepat dan liar. Langsung saya klarifikasi secara pribadi di medsos,kapten Persebaya Surabaya, Rendi Irwan Saputra, menambahkan kerap menerima ujaran caci maki ketika kalah bertanding. Meski demikian, Rendi yang memasang badan membela kawan-kawannya, secara meminta maaf kepada para suporter.
“Memang ada kebijakan membatasi penggunaan medsos terlebih ketika tim sedang kalah. Namun buat saya, kalau kalah itu berarti kesalahan saya bukan tim dan saya minta maaf kepada Bonek Mania. Untuk tim sendiri,kami anggap itu semangat untuk bangkit dan kembali meraih kemenangan,” pungkasnya(Ryo/Yut).


