Menuju Pemerintahan Yang Lebih Maju, Bupati dan Wabup Sidoarjo Berjanji Akan Rutin Keliling Kecamatan Dengan Bersepeda

0

SIDOARJO, Investigasi.today – Perjalanan Panjang Pemilihan Kepala Desa Serentak tahun 2020 lalu, setelah mengalami beberapa kali penundaan Pilkades karena pandemi covid 19, akhirnya tanggal 20 Desember 2020, dilaksanakan pilkades. Dan pada hari ini, (3/3) Kepala Desa terpilih hasil Pilkades serentak tahun 2020 dilantik oleh Bupati Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa secara bertahap.

Situasi pelantikan kepala desa yang masih dalam pandemi ini dilakukan secara bertahap. Ada tiga gelombang, gelombang pertama ada 58 Kepala Desa yang dilantik dari kecamayan Sidoarjo, Bururan, Gedangan, Waru, Taman, Sedati dan Sukodono.

Gelombang kedua diselengarakan siang ini, ada 57 kepala desa yang dilantik dari Kecamatan Tanggulangin, Porong, Jabon, Krembung, Tulangan. Dan gelombang ketiga dilaksanakan sore nanti, ada 57 Kepala desa yang dilantik dari Kecamatan Candi, Prambon, Tarik, Balongbendo, Krian dan Wonoayu. Total ada 172 Kepala Desa yang dilantik hari ini.

Dalam prosesi pelantikan kepala desa pagi ini, sedikit berbeda dari pelantikan sebelumnya karena pandemi jadi harus benar – benar memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, hal unik lainnya, istri dari Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. dr. Sriatun juga turut dilantik sebagai Kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati.

Satu lagi amanah yang diemban oleh Istri Wakil Bupati Sidoarjo, selain sebagai Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, juga sebagai Kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati. Semoga kedepannya, mampu berkontribusi aktif mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sidoarjo.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berjalan dengan khidmat, berlanjut dengan pemasangan lencana kepala desa dan atributnya oleh Bupati Sidoarjo, didampingi oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo. Khusus untuk Kepala Desa Pabean, yang memasangkan Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi.

Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Ali, S.IP, mengutarakan bahwa ujung tombak ekonomi mikro ada di desa.

Sedangkan untuk perbaikan jalan dan betonisasi jalan, untuk jalan desa dilaksanakan oleh desa itu sendiri dengan swakelola dan lain lain. (dori)