Minimalisir Pungli, Polres Gresik Launching Program CPS

0


Launching program CPS Polres Gresik

GRESIK, Investigasi.Today – Program CPS (cashless payment system) resmi di Launching Polres Gresik di kantor Satlantas Polres Gresik Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Rabu (17/10).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka Polda Jatim Brigjen M. Iqbal, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan M. Yusuf Atek, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, Bupati Sambari Halim Radianto, Penasehat MUI Gresik KH. Nur Muhammad dan sejumlah pejabat Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gresik mengatakan, program CPS merupakan hasil kerja dengan sejumlah mitra. Di antaranya BRI dengan program Brizzi, Go-Jek dengan program Go-Pay dan PT. Telkomsel dengan program t-Cash. “Program ini untuk menghindari pungutan liar (pungli),” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, bahwa CPS bisa digunakan untuk pembayaran pembuatan surat izin mengemudi (SIM), dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Polres Gresik menjadi yang pertama dalam penerapan program ini sekaligus menjadi Polres pertama yang masuk wilayah bebas dari korupsi di Jatim. “Polres Gresik saat ini menjadi percontohan nasional,” ungkapnya.

“Kami minta dukungan semua pihak untuk suksesnya program-program tersebut,” tandasnya.


Waka Polda Jatim, Brigjen Pol M.Iqbal bersama Kapolres Gresik

Sementara itu, Waka Polda Jatim Brigjen M. Iqbal mengaku sangat mendukung progam CPS yang Polres Gresik. “Program ini sangat bagus dan harus didukung semua pihak karena untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan menghindari pungli,” ujarnya.

Sedangkan M. Yusuf Atek selaku Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, berharap ke depannya, seluruh polres dan instansi bisa menerapkan program yang sama. Saat ini, di Jatim sudah ada 3 Polres percontohan, yakni Gresik, Sidoarjo dan Jember.

“Namun dalam waktu dekat akan ada 60 Polres lagi yang juga akan menyusul 3 polres tersebut,” pungkasnya. (Ink)