Sunday, October 4, 2026
HomeBerita BaruHukum & KriminalMisteri Kematian Pemilik Toko di Menganti: Perempuan 22 Tahun Diamankan Polisi

Misteri Kematian Pemilik Toko di Menganti: Perempuan 22 Tahun Diamankan Polisi

GRESIK, Investigasi.today – Kematian seorang pemilik toko bangunan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, masih menyisakan sejumlah pertanyaan. MF (22) ditemukan meninggal dunia di dalam Toko Bangunan Al Inayah 3, Jalan Raya Beji, Desa Randupadangan, Sabtu (3/10/2026) pagi.

Polisi bergerak setelah menerima laporan melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 08.00 WIB. Dari lokasi kejadian, seorang perempuan berinisial IR (22) turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Polisi dari Polsek Menganti bersama Satreskrim Polres Gresik langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan serta pemeriksaan awal terhadap tempat kejadian perkara (TKP).

Yang menjadi fokus penyidikan kini bukan hanya bagaimana korban meninggal, tetapi juga bagaimana rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tewas.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gresik melakukan olah TKP, mendokumentasikan kondisi lokasi, serta mengamankan sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan perkara tersebut.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo membenarkan adanya seorang perempuan yang diamankan dalam penanganan perkara tersebut. Namun, polisi belum menyimpulkan status hukum maupun keterlibatan yang bersangkutan dalam kematian korban.

“Seorang perempuan sudah kami amankan. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami peristiwa yang terjadi,” kata Prasetyo.

Penyidik kini mengurai keterangan dari sejumlah saksi dan mencocokkannya dengan temuan di TKP. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan, di antaranya pakaian milik korban dan pakaian perempuan yang diamankan polisi.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menyusun kembali kronologi kejadian secara utuh, termasuk mengetahui apa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Polisi belum membuka motif maupun detail kejadian. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan saksi, barang bukti, serta pemeriksaan medis terhadap korban sebelum menarik kesimpulan mengenai perkara tersebut.

“Untuk motif dan rangkaian kejadian secara keseluruhan masih kami dalami. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun barang bukti yang ada,” ujar Prasetyo.

Dari informasi awal, perkara ini terungkap setelah laporan masyarakat masuk melalui layanan Call Center Polri 110, yang kemudian ditindaklanjuti petugas kepolisian.

Layanan 110 merupakan kanal resmi Polri yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian maupun dugaan tindak pidana.

Di Gresik, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Gresik masih bekerja untuk mengungkap perkara tersebut secara utuh.

Siapa sebenarnya yang terlibat, bagaimana korban meninggal, dan apa yang terjadi di dalam toko sebelum polisi datang, masih menjadi bagian dari rangkaian pertanyaan yang tengah dijawab penyidik.

Polres Gresik menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung dan kesimpulan perkara akan disampaikan setelah seluruh fakta serta alat bukti yang diperlukan diperoleh. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular