Nasiroh Nekat Lempar Kotoran Sapi Ke Balai Desa, Inilah Penyebabnya

0


Teks foto : Babinkamtibmas Koramil Panceng mendatangi lokasi kejadian di Balai Desa Sumurber Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik

GRESIK, investigasi.today -Nasiroh (33) warga Desa Sumurber Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, nampaknya belum jera meski telah menjalani hukuman selama 5 bulan penjara. Kala itu, Nasiroh dijerat pasal 170 ayat 1 KUHP lantaran ulahnya melempari kotoran sapi (teletong) ke ruang pelayanan Mapolsek Panceng pada pertengahan Oktober 2016 silam.

Kali ini, wanita lajang tersebut kembali berulah dengan melempari teletong ke kantor pelayanan Balai Desa Sumurber. Pada Selasa (12/12) sekitar pukul 09.00 WIB, Mantan Napi yang baru beberapa bulan menghirup udara bebas ini, datang sendirian dengan membawa seember teletong. Tanpa basa basi, dia lantas menyiramkan teletong basah tersebut ke lantai balai Desa.

Atas perbuatan ‘nyeleneh’ yang dilakukan Nasiroh tersebut, tentunya membuat pelayanan di Kantor Balai Desa setempat terganggu. Tak lama kemudian, aparat kepolisian dan koramil setempat datang ke lokasi kejadian. Meski begitu polisi belum berani melakukan tindakan tegas atas ulah tersebut.

Diduga, aksi pelemparan teletong ke Kantor Desa ini buntut dari kekecewaan Nasiroh terhadap Kepala Desa Sumurber Hunaifi yang tidak mau menjembatani  Nasiroh dengan orang tuanya. Nasiroh kesal lantaran tidak dipedulikan oleh keluarganya yang enggan menafkahi dirinya.

Kapolsek Panceng AKP Soleh Lukman Hadi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Dia pun mengaku belum berani mengamankan Nasiroh atau pun memasang ‘police line’ di lokasi kejadian. “Karena tadi setelah kordinasi dengan Kejaksaan Negeri Gresik, katanya kasus seperti ini sulit untuk berlanjut ke ranah hukum,” paparnya.

Meski begitu, lanjut Lukman, pihaknya berupaya kasus ini bisa diselesaikan secara hukum agar nantinya tidak terulang kembali. Pihaknya juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti yang ada di lokasi kejadian. “Kalau kasus seperti ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan terulang kembali,” tegasnya.

Sementara Kades Sumurber Hunaifi saat dihubungi via telepon selulernya, belum bisa dikonfirmasi dan dimintai tanggapan. Padahal dua nomer telepon miliknya sudah dihubungi berkali-kali namun tidak diangkat meski nada deringnya aktif. Bahkan saat dikirimi pesan SMS juga belum ada balasan.(ron/luhung)