Nelayan di Gresik Menjerit, Hampir Sebulan Tidak Melaut

0

GRESIK, Invedtigasi.Today – Cuaca buruk dengan gelombang setinggi 4 – 5 meter, membuat ribuan nelayan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur tak melaut. Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, yang biasanya ramai dengan bongkar muat ikan, kini terlihat lengang karena tidak ada aktivitas.

Para nelayan hanya duduk bercengkrama sambil memperbaiki alat tangkap ikan dan perahu mereka.

Muzi, seorang nelayan asal Desa Campurejo mengatakan, sejak cuaca buruk tiga minggu lalu dia bersama ribuan nelayan lain sudah berhenti melaut sementara. “Akibat cuaca butuk, sudah tiga minggu ini kami tidak melaut,” ungkapnya, Selasa (29/1).

“Mudah-mudahan cuaca buruk ini segera berakhir, agar kami bisa melaut lagi. Persediaan kami sudah habis mas,” lanjutnya.

Sementara itu, Staff Pengawas Perikanan Kementrian Kelautan di TPI Campurejo, Marli menyampaikan sejak beberapa minggu lalu tinggi gelombang di perairan utara Gresik mencapai 4 meter, bahkan lebih. Nelayan tidak berani melaut, jika melaut pun hanya mencari ikan disekitar pantai dan tidak berani jauh-jauh karena sangat beresiko.

Marli mengungkapkan, akibat cuaca buruk, ribuan nelayan di Kabupaten Gresik tidak melaut. Sedangkan kebutuhan keluarga tidak tidak bisa berhenti, mereka terpaksa hutang untuk menyambung hidup. “Kasihan sekali, mereka sangat membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Para nelayan berharap pemerintah bisa memberikan bantuan, minimal dapur bisa terus mengepul.

Terpisah, Kasi Kenelayanan Dinas Perikanan Gresik, Zainal Abidin mengungkapkan, pihaknya sudah mendengar keluhan nelayan soal cuaca buruk sehingga tidak melaut. Nelayan di Gresik memang membutuhkan bantuan karena sudah tiga minggu tidak mencari nafkah. “Sudah 2 kali mengusulkan sembako selama nggak melaut, tapi belum ada tindaklanjutnya,” ungkapnya. (Salvado)