Sunday, February 22, 2026
HomeBerita BaruPeristiwaNenek Meninggal Diduga Lambat Penanganan Di Puskesmas, Warga Krian Curhat Di Medsos

Nenek Meninggal Diduga Lambat Penanganan Di Puskesmas, Warga Krian Curhat Di Medsos

SIDOARJO, investigasi.today – Akibat pelayanan Puskesmas kurang memadai,  Khoirotin Nikmah, (23) warga Desa Terungkulon, Krian, Sidoarjo menulis kekecewaan pelayanan yang diberikan oknum perawat itu ke sosmed pribadinya, Minggu(28/1/2018).

Ia menceritakan, sekitar pukul 08.30 dirinya mengantarkan neneknya, Mariyah (70), ke Puskesmas tersebut. Setelah tiba, dia mengaku tidak dilayani tenaga kesehatan di sana. Curhatan dia ”Saya sendiri yang mendudukan dan membaringkan nenek saya ke kursi roda dan memberikan bantal. Perawat di sana hanya melihat saja, tidak membantu,” ucap Nikmah.

Sementara itu, neneknya saat itu mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Ia mengungkapkan neneknya memang memiliki riwayat penyakit lambung. Saat dibawa ke puskesmas, neneknya masih dalam keadaan sadar. Namun, dua jam berlalu, tenaga kesehatan di sana tak kunjung memeriksa nenek Mariyah.

Khawatir kondisi neneknya makin menurun, Nikmah pun akhirnya memutuskan membawa neneknya tersebut ke RS Anwar Medika Krian. Tiba di RS, dokter menyatakan nenek Mariyah sudah terlambat ditangani karena ternyata menderita penyumbatan pembuluh jantung.

Akhirnya, nenek Nikmah dinyatakan meninggal oleh dokter pada Kamis (25/1/2018) sekitar pukul 07.00 WIB,” terangnya. 

Nikmah menyesalkan atas peristiwa yang dia dan neneknya alami saat berada di Puskesmas Krian. Menurutnya, saat itu neneknya dalam kondisi kritis dan tidak mendapatkan perawatan medis secara cepat.

“Saat berada di ruangan IGD Puskesmas, nenek saya dibiarkan begitu saja tanpa ditangani secara medis. Memang, sudah dilakukan tensi, namun tak dilakukan pelayanan lainnya,” keluhnya.

Bahkan, dirinya mengaku sempat dipingpong perawat dari IGD. Nikmah meminta hasil lab, sementara dari pihak lab puskesmas dikatakan belum ada sampel darah atas nama neneknya tersebut.

Nikmah menduga karena ia datang menggunakan becak maka tak dilayani karena dianggap orang miskin. Padahal, lanjutnya, ia mendaftar secara umum tidak menggunakan kartu JKN (BPJS).

Keluh kesahnya ini sudah disampaikan di sosmednya (FB). Ribuan netizen pun simpati dan  mengomentari curhatannya tersebut.

Kejadian ini mendapatkan perhatian khusus dari Anggota DPRD Sidoarjo Komisi D, Bangun Winarno. Dirinya mengatakan akan melakukan Sidak di Puskesmas tersebut. Dan segera menindak lanjuti atas aduan masyarakat ini.

“Sabtu saya akan lihat ke sana (puskesmas) untuk mengetahui kronologisnya”,katanya.

Politisi PAN ini menyatakan, ” jika ada kesalahan Protap dari penanganan neneknya Nikmah, pihak puskesmas harus bertanggung jawab dan  saya lihat protapnya seperti apa. Di RSUD Sidoarjo, maksimal 30 menit pasien harus ditangani,” pungkasnya(ryo/giso).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular