Pakde Karwo Apresiasi Buku ” Bloko Suto”

0

SIDOARJO, Investigasi.today – Gubernur Jawa Timur yang akrap di sapa Pakde Karwo memberikan pujian atas terbitnya buku biografi Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum berjudul ‘Bloko Suto’.

Buku yang tebalnya 117 halaman tersebut, di launching tepat pada hari ulang tahun Saiful Ilah yang ke 69 Rabu pekan kemarin.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang dikenal suka memberikan joke – joke lucunya, berkomentar terkait buku biografi yang baru saja dikasih Bupati Saiful Ilah,

“Luar biasa Bupati Sidoarjo ini, sesuai dengan isinya judul buku biografinya orangnya pekerja keras kalau bicara apa adanya. Beliau ini salah satu tokoh di Sidoarjo tidak hanya sebagai Bupati tapi juga sebagai pengusaha sukses, saya kira buku ini menarik untuk dibaca”, ujar Pade karwo.

Buku berjudul Bloko Suto catatan dari Guk Giri Wong Darjo itu, bercerita tentang kisah perjalanan hidup Saiful Ilah.

Lahir dari desa yang terpencil, dekat dengan daerah tambak dan jauh dari pusat kota Sidoarjo, tepatnya di Desa Sawoan Kecamatan Buduran.

Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani tambak.

Buku ini juga mengupas mulai dari Saiful kecil, yang hidup di lingkungan keluarga petani tambak hingga menjadi orang nomor satu di Kota Udang Bandeng Sidoarjo.

Dalam buku ini juga diceritakan, Ia dikenal sosok pribadi yang apa adanya, bicaranya yang blak – balak’an atau dalam bahasa jawanya “Bloko Suto”.

Hingga menjadi seorang Bupati pun tidak berubah, cara bicara dan gayanya masih sama seperti dulu, tampil apa adanya dan dekat dengan semua kalangan, mulai petani hingga pengusaha.

Sosoknya yang ramah dan pekerja keras, membuat siapa saja cepat merasa dekat dan akrab, pergaulannya yang luas menjadikan dia sosok tokoh yang dikenal baik dan sederhana.

“Kapan saja warga Sidoarjo bisa datang menemui Abah Ipul di rumah dinasnya di Pendopo Delta Wibawa, mulai dari urusan pemerintahan hingga sekedar silaturahmi”, ucap yang biasa di pangil Guk Giri.

Sementara itu Bupati Saiful Ilah mengaku senang karena buku biografinya di apresisasi Pakde Karwo.

“Namun yang ingin saya tularkan ke generasi muda mudi adalah semangat dan harapan untuk berbuat yang terbaik dalam hidup ini,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap penulisan buku, menurutnya informasi bila tidak disampaikan atau dibukukan, maka akan lenyap.

Karena itu informasi yang penting lewat buku dapat terekam dan diketahui masyarakat itu, sehingga jejak-jejak perjuangan bisa diikuti oleh masyarakat khususnya generasi muda,

“Sejarah bila tidak ditulis akan kehilangan arah, dan generasi kita membutuhkan goresan tinta sejarah untuk menumbuhkan semangat juang meraih cita – cita.” ucapnya. (Kudori)