Pangandaran Resmikan Pemasaran UMKM Terpadu oleh – oleh Pesisir

0

PANGANDARAN, investigasi.today – Dinas penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu ,koperasi UMKM dan Perdagangan ( DPMPTSPKP ) melalui Tedi Garnida selaku ketua mewakili Bupati Pangandaran Meresmikan Sentra pemasaran UMKM Terpadu oleh oleh pesisir.

Tedi Garnida selaku ketua Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Kabupaten Pangandaran mewakili Bupati Pangandaran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dibukanya Sentra Oleh-oleh Pesisir Pangandaran.

Dia mengungkapkan potensi UMKM di Kabupaten Pangandaran sangat luar biasa. Baik soal pemberdayaan maupun penyerapan tenaga kerja.

“Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan di 7 Kecamatan dari 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Setidaknya tercatat 9000 UMKM yang menyerap ribuan tenaga kerja,”
Oleh-oleh Pesisir merupakan tempat pemasaran UMKM terpadu Kabupaten Pangandaran yang tampil lebih modern, kekinian dan terdepan menciptakan produk-produk daerah khas Pangandaran yang berkualitas, sehat, terdaftar dan berizin, disertai design kemasan yang menarik dan modern.tegasnya.

Asep Yudi Rohendy yang akrab disapa Kang Dolphin selaku Manager Oleh oleh Pesisir Pangandaran mengatakan, lokasinya berada di pusat Wisata Pangandaran, tepatnya di Jalan Baru Bulakí Laut depan Pasar Wisata Pangandaran.

“Kawasan ini sangat strategis karena merupakan pusat belanja wisatawan dimana parkir utama obyek wisata Pangandaran ini juga berada dilingkungan Pasar wisata,”terangnya.

Untuk itulah lanjutnya, image dan pencitraan branding sebuah toko juga menjadi penting agar hal-hal seperti tersebut diatas tepat sasaran menyentuh pengunjung / wisatawan melalui keberhasiian branding image sebuah konsep toko oleh-oleh modern.

“Oleh-oleh Pesisir Pangandaran akan menjadi tempat berbelanja oleh-oleh terkini kebanggaan daerah Pangandaran. Dengan dukungan fasiiitas yang nyaman dan pelayanan terbaik Iayaknya toko modern yang biasa pengunjung temui di kota mereka,”ungkapnya.

Kang Dolphin juga menyampaikan oleh-oleh yang dijual dijamin murah, namun tidak murahan.

“Jadi kita ada semangat untuk menjual oleh-oleh murah. Untuk itulah kita tidak pakai regulasi 25% untuk para pemandu atau biro travel yang biasa berlaku di pusat oleh-oleh lainnya, karena akan mengakibatkan harga oleh-oleh menjadi mahal,”ungkapnya.

Dirinya berharap, sedikit-sedikit ingin memberikan image kepada para wisatawan, bahwa oleh-oleh Pangandaran itu murah. Memang perlu waktu dan itu perlu kesepakatan bersama para stakeholders sektor pariwisata.

Pihaknya mencoba memberikan kontribusi terhadap wisata Pangandaran. Itulah mengapa tiap kemasan dan display menampilkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Alhamdulillah kita termasuk kasir, juga dibekali kepemanduan. Karena pengunjung yang datang ke kita, bukan hanya nanyain produk namun nanyain destinasi,”ujarnya.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pangandaran, Teddy Sonjaya UMKM merupakan potensi daerah ekonomi kerakyatan, kemandirian usaha dan motor kesejahteraan masyarakat.

Dewasa ini UMKM Pangandaran tumbuh berkembang bersama keberhasilan pendampingan, pemberdayaan dan pengembangan yang telah dilakukan oleh kelompok usaha dari masyarakat dan lembaga pemerintah maupun para penggiat UMKM yang tidak mengenal lelah memberikan pembinaan dan berbagai upaya pengembangan.

“Berbagai produk lokal khas dan unik warisan para leIuhur yang berasal dari daerah selatan, kembali diolah menjadi produk unggulan kebanggaan masyarakat Pangandaran. Dari cemilan masyarakat gunung hingga olahan hasii Iaut, dari kerajinan kerang laut hingga anyaman bambu warga desa, kini tumbuh menjadi produk UMKM yang sangat kreatif dan menarik,”ujar Teddy

Dirinya menambahkan, didukung Kabupaten Pangandaran sebagai tujuan wisata dunia, menjadikan UMKM Pangandaran tampil sebagai produk industri oleh-oleh khas daerah yang diburu wisatawan.

Berbagai upaya sedang dilakukan dalam rangka pengembangan produk UMKM Pangandaran ini, salah satunya adalah tempat pemasaran UMKM Terpadu Pangandaran.

Dari hasil pembinaan melalui Kadin Pangandaran, Dekranasda Pangandaran Yayasan Mutiara Sampurna, BDC (Bussines Development Centre) Pangandaran, RKB (Rumah Kreatif BUMN), BNI Pangandaran dan Kelomôpok Usaha Bersama yang tersebar di 10 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pangandaran sejumlah 786 UMKM kini telah siap memasarkan produknya ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu konsep pemasaran era modern.tandasnya. (yaya/Rd.b.setio)