Pemerintah Tutup Mata, Jalanan Dipenuhi Lumpur Setinggi Pinggang

0

Ketapang, investigasi.today – Kerusakan ruas yang menghubungkan dua kecamatan antara Tumbangtiti dan Kecamatan Marau kabupaten Ketapang, sudah sangat parah dan dikeluhkan warga masyarakat.

Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu satu jam sekarang memakan waktu samapi dua hari perjalanan.

Kerusakan diperparah dengan kian intensnya curah hujan yang hampir merata di kawasan Kabupaten Ketapang.

Kondisi jalan kian sulit dilalui mengingat lubang di tengah jalan itu kini menjadi kubangan lumpur setelah terus menerus diguyur hujan.

Pantauan langsung INVESTIGASI di lokasi, kondisi ruas jalan yang menghubungkan dua kecamatan sebagaimana tersebut di atas sungguh sangat memprihatinkan.

Akibat akses jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut, berdampak pada semua sektor perekonomian dan aktivitas warga masyarakat lainnya menjadi terhenti.

Rano (42) salah satu sopir truk yang kepater atau amblas di jalan berlumpur, kepada INVESTIGASI mengatakan rusaknya ruas jalan telah membuat kesulitan yang sangat serius bagi aktivitas warga sekitar. “Ini sangat menyusahkan kita pak, kemana pemerintah daerah ini tau apa tidak ya mereka, jangan ditengah kota teruslah yang diperbaiki dan diaspal tolong dong ruas jalan di pedalaman diberikan perhatian serius, kita juga warga masyarakat ketapang” ujar Rano penuh harap.

Berbeda dengan Cucun (58), salah seorang wargawarga kecamatan Marau, mengaku tidak heran dengan pemandangan lumpur tanah kuning yang setinggi pinggang tersebut, karena menurutnya hal itu sudah menjadi pemandangan rutin dari tahun ke tahun.

“Dari Gubernur satu ganti Gubernur lainnya, dari Bupati satu berganti Bupati selanjutnya tidak terlepas para anggota DPRD Kabupaten ketapang, yang mengaku sebagai penyambung lidah rakyat. Mereka semua lupa akan apa yang dijanjikan saat kampanye, mereka semua tidak mau tahu akan penderitaan rakyat kecil”, katanya dengan nada sedih.

“Keluhan dari warga sudah sejak lama, dan saat ini memang kondisinya sudah sulit dilalui” sambungnya.

Selama ini warga membawa hasil bumi, sayur, dari dua kecamatan tersebut menuju ibu kota Kabupaten Ketapang benar-benar terhambat demikian pun arus aktivitas yang naik dari kota kabupaten menuju beberapa kecamatan, padahal suplai sembako, material dan sebagainya dari pusat kota kabupaten sangat dibutuhkan warga pedalaman.

” Namun sekarang terganggu, kami berharap pemerintah mendengar keluhan dan penderitaan kami, jangan sudah dekat pemilu atau pilkada saja, baru kenal dengan masyarakat bahkan malam buta pun datang ke masyarakat tidak perduli hujan atau pun jalan jelek atau hancur, janji setinggi langit perkataan semanis madu, namun semuanya itu hanya memberi harapan palsu belaka” tegas Cucun dengan nada kesal. (yans/rahman)