Penuh kecurangan, Warga Minta Pilkades Klantingsari Diulang

0

Sidoarjo, Investigasi.today – Pemilihan Kepala Desa dengan e-voting yang sistem dan peralatannya tidak standard, membuat banyak cela yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Pemilih hanya menggunakan E-KTP yang tidak ditahan sementara sampai e-voting selesai, sehingga diduga banyak yang melakukan pemilihan ulang.

Panitia Pilkades juga dibentuk tanpa musyawarah dengan seluruh anggota perangkat desa lainnya.
Klantingsari terdiri dari 4 dusun ( wonosari,klanting,mbokong dukur,mbokong nisor), hanya dusun klanting yang tidak ada perwakilan dan menjadi panitia pilkades.

Petugas keamanan ( HANSIP ) tambahan dibentuk mendadak dan tiba-tiba tugas jaga di balai desa pada hari H. Saksi mengatakan monitor tidak bisa digeser dan hanya ada satu pilihan capilkades, komputer sering mati itupun tidak dihiraukan oleh panitia, struk yang keluar sebagai bukti tidak sama dengan pilihan nomor yang keluar, panitia tidak mau bertanggung jawab.

Adanya peserta e-voting yang melakukan voting lebih dari 1x.hasil e-voting tidak keluar secara transparan ditampilkan di layar monitor.

Hasil jumlah peserta e-voting yang hadir sebanyak 2724. Hasil e-voting 2760 dan ternyata sisa 36 tidak sesuai dengan jumlah peserta e-voting.
Intinya masyarakat minta pilkades ini diulang kembali karena tidak puas dengan hasil e_voting” ,pungkasnya( kudori)