Penyakit Gangguan Jiwa Banyak Dipicu Faktor Bullying

0

Surabaya, Investigasi.today – Gangguan jiwa bisa terjadi pada setiap orang namun dari kacamata medis gangguan jiwa bisa terjadi lantaran faktor genetik atau keturunan,  namun menurut dokter poli jiwa rumah sakit airlangga surabaya, baru-baru ini fenomena gangguan jiwa ringan maupun berat banyak terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa yang dipicu oleh faktor bullying baik di lingkup sekolah maupun lingkungan kerja.

Menurut brihastami sawitri dokter Poli Jiwa Rumah Sakit Airlangga Surabaya penyakit gangguan jiwa bisa terjadi lantaran faktor keturunan namun saat ini trend gangguan jiwa pada anak-anak dan orang dewasa cenderung meningkat baik ringan maupun akut lantaran dipicu faktor bullying baik di sekolah maupun dilingkungan kerja

Dalam istilah kedokteran gangguan kejiwaan terbagi menjadi dua yakni psikosis dan neurosis bisa dibilang psikosis itu gangguan jiwa yang berat dimana ciri-cirinya orang tersebut kesulitan menilai antara mana realita dan mana yang bukan.

Sementara yang kedua neurosis bisa dibilang gangguan jiwa yang ringan sampai sedang biasanya biasanya penderita neurosis merasa kalau dirinya sakit keluhannya pun bermacam-macam seperti halnya sedih cemas ada juga yang keluhannya melakukan rutinitas yang berulang-ulang.Tutur dr. Brihastami Sawitri SPKJ  (Dokter Poli Jiwa Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya)

Lebih lanjut dokter Brihastami Sawitri menambahkan biasanya ada beberapa kondisi gangguan jiwa yang diharuskan untuk upaya rawat inap terutama untuk gangguan jiwa berat yang sudah dalam taraf akut, seperti halnya penderita gangguan jiwa yang  mungkin sedang gelisah marah-marah atau bahkan menyakiti orang lain.

Selain itu orang yang mau melakukan upaya bunuh diri juga diindikasikan untuk rawat inap sementara setelah dilakukan rawat inap proses pemulihan lanjutannya bisa dilakukan melalui rawat jalan. (sri)