Pertahankan Fakultas Vokasi Unair di Gresik, Pimpinan DPRD Akan Temui Bupati

0


Suasana hearing

GRESIK, Investigasi.Today – Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim memimpin rapat kerja (Raker) gabungan KomisI III dan IV dengan menghadirkan Dekan Vokasi Unair di Gresik dan civitas di ruang rapat pimpinan DPRD Gresik, Kamis (7/2). Rapat tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gunawan Setijadi, Kepala Bappelitda Herman TH. Sianturi, dan sejumlah perwakilan Kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Rapat tersebut merekomendasikan agar Fakultas Vokasi Unair di Jalan Dr. Wahidin SH Kecamatan Kebomas, Gresik Jawa Timur tetap dipertahankan, dan pintu gerbang masuk vakultas yang sekarang ditutup dan terhalang trotoar segera dibuka.

“Pimpinan DPRD akan berkirim surat kepada Bupati Sambari Halim Radianto terkait hasil rekomendasi rapat kerja,”ungkap Nurhamim.

Keberadaan Fakultas Vokasi Unair di Gresik merupakan aset Kabupaten Gresik yang harus dipertahankan. Sebab, kampus tersebut adalah tempat belajar generasi penerus yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami kira persaolan akan klir saat kita berkirim surat dan bertemu Bupati,” tandasnya.

Bupati telah menghibahkan dan menyerahkan aset seniai Rp 4,5 miliar tersebut. “Saya yakin Pak Bupati punya kepentingan sama dengan DPRD. Kalau tidak, tak mungkin menyerahkan aset sebesar itu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Dr. Widi Hidayat menyatakan, kalau pagar masuk ke Fakultas Vokasi Unair di Gresik tetap tak diizinkan dibuka dan tak ada akses masuk, maka pihak Unair akan menempuh opsi terakhir dengan memerger (gabung) Fakultas Vokasi Unair dengan Lamongan. “Itu opsi terakhir. Dan, saya berharap itu tidak terjadi,” ucapnya.

Saat ini Fakultas Vokasi Unair di Gresik tengah menghadapi asesor untuk menuju akrediitasi A. Salah satu syarat kampus bisa masuk akreditasi, adalah infrastruktur kampus harus memehuni syarat. Seperti punya akses pintu masuk sendiri. “Kalau Fakultas kami tak ada akses masuk, sudah dipastikan tak lalos akreditasi,” ungkapnya.

Saat ini, akreditasi tengah dalam proses oleh tim asesor Kementerian Pendidikan. “Maret tahun ini tim asesor sudah turun ke Gresik,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Vokasi Unair di Gresik, Imam Susilo mengatakan, ada sejumlah opsi yang akan diambil oleh rektorat jika keinginan mempertahankan Fakultas Vokasi Unair di Gresik gagal. Opsi pertama mahasiswa kami gabung ke Lamongan, kedua mahasiswa ditarik ke Unair gabung dengan Fakultas Keperawatan Unair (S1).

Imam mengungkapkan, pasca pintu akses masuk Fakultas Vokasi Unair di Gresik ditutup dengan trotoar, kalau hujan turun kebanjiran. Sebab, air tak bisa terbuang ke box culvert dan harus di pompa.

Sedangkan anggota Komisi III Suberi menyatakan, saat Komsisi III melakukan audensi dengan civitas Fakultas Vokasi Unair pada Senin (4/2), yang juga dihadiri konsultan pengawas proyek trotoar, bahwa dalam perencanaan ada akses jalan keluar masuk Fakultas Vokasi Unair.” Tapi setelah trotoar jadi, tak ada akses masuk. Ini yang perlu ditelusuri. Bangunan trotoar yang tinggi juga mengakibatkan fakultas banjir karena air tak bisa terbuang,” ucapnya.

Sementara Kepala DPUTR Pemkab Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan, semua persoalan kalau sejak awal dibicarakan dan dirembuk bersama, pasti ada titik temu dan klir. “Namun, hal itu tak dilakukan,” ungkapnya.

Gunawan menerangkan pembangunan trotoar dilakukan dengan beberapa pertimbangan, seperti untuk kenyamanan pejalan kaki dan juga untuk keindahan. Tapi Unair akan memagar halaman Badan KBPP untuk akreditasi dan langkah ini akan menganggu parkir Badan KBPP dan bisa menganggu keluar masuknya truk pengirim oksigen ke RSUD Ibnu Sina.

Gunawan meminta agar persoalan ini dibicarakan dengan baik, jangan hanya surat menyurat. “Terkait pembangunan drainase untuk pembuangan air sudah ada perencanaan. Nanti akan dibuat agar tak banjir,” jelasnya.

Mahasiswa menyambut gembira keputusan rapat kerja yang merekomendasikan agar Fakultas Vokasi Unair di Gresik tetap dipertahankan dan akses pintu keluar masuk kembali dibuka. “Sampai saat ini kami tetap kuliah, keputusan DPRD ini sangat membahagiakan kami,” ungkap Heni. (Salvado)