PKK Sidoarjo Diharapkan Memotivasi Masyarakat Konsumsi Pangan Yang Sehat dan Aman

0

SIDOARJO, Investigasi.today – Pengetahuan mengenai pengelolaan pangan dan pemilihan pangan yang baik diberikan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo kepada anggotanya di tingkat kecamatan, desa maupun kelurahan pagi tadi, Rabu, (3/7). Pengetahuan tersebut diberikan melalui Sosialisasi Keamanan Pangan yang diselenggarakan di pendopo Delta Wibawa. 150 orang lebih anggota PKK kecamatan, desa maupun kelurahan hadir dalam sosialisasi tersebut. Dua nara sumber dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Akademi Gizi Surabaya dihadirkan. Sosialiasi tersebut dibuka oleh Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin.

Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin dalam sambutannya mengatakan kurangnya pengetahuan mengenai pengelolaan pangan dan pemilihan pangan yang baik menyebabkan masyarakat terbiasa mengelola pangan dengan cara yang salah. Begitu pula pemilihan pangan yang kurang sehat memiliki resiko terhadap kesehatan. Oleh karenanya pengetahuan tentang pengelolaan pangan dan pemilihan pangan yang baik perlu disampaikan. Peran aktif anggota PKK diperlukan agar konsumsi pangan di masyarakat berkurang bahayanya. Dengan begitu masyarakat dapat melindungi diri dan keluarganya dari keracunan pangan.

“Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan kita dapat menyediakan pangan yang sehat dan aman bagi keluarga kita dan memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang sehat dan aman,”harapnya.

Lebih dalam, Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan seimbang tidak akan berarti jika makanan yang dikonsumsi tidak aman dari cemaran kimia maupun mikroba. Pangan yang tercemar mikroba menyebabkan berbagai kasus penyakit bawaan makanan. Seperti halnya penyakit diare. Sedangkan pangan yang terkontaminasi cemaran kimia seperti residu, pestisida ditengarai penyebab kanker.

Masih dikatakannya bahwa tidak semua makanan yang tahan lama mengandung pengawet berbahaya. Sebaliknya, tidak semua makanan yang segar aman dari pencemaran. Oleh karena itu melalui sosialisasi seperti ini diharapkan informasi pangan yang benar dapat tersampaikan.

“Melalui informasi tentang keamanan pangan ini diharapakan ibu-ibu mendapatkan pengetahuan yang lebih baik sehingga dapat menggugah dan memotivasi masyarakat agar merubah prilaku untuk mendapatkan pangan yang lebih terjaga keamanannya,” ucapnya.

Sementara itu Dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadyah Sidoarjo yang juga Ketua Klinik Keamanan dan Kehalalan Pangan H. Lukman Hudi, S.TP.,M.MT mengatakan bahaya keamanan pangan berawal dari beberapa hal. Diantaranya proses produksi pertanian menggunakan bahan kimia, industri pangan primer dengan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dilarang sampai pada retail pada produk kadaluarsa maupun pada sanitasi dan higienis restoran maupun catering.

H. Lukman mengatakan pangan aman harus memilki konsep ASUH. Yakni A untuk aman tidak membahayakan konsumen ketika mengkonsumsinya, S untuk sehat sesuai standar kecukupan gizi dan kalori, U untuk utuh, murni tidak dimanipulasi, trasnparan dan informatif suatu produk makanan dan H untuk halal, memenuhi unsur syar’i atau tersertifikasi MUI. (dori)