Polisi Bekerja Keras Memburu Pelaku Pembunuhan Pria Bertato di Mojokerto

0

MOJOKERTO, Investigasi.today – Kasus tewasnya pria bertato naga yang mayatnya ditemukan di kubangan bekas galian C Mojokerto, menemui titik terang. Polisi kini memburu pelaku pembunuhan yang kabur ke luar kota.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, sejumlah bukti dan keterangan saksi yang dikumpulkan, kini mengarah pelaku pembunuhan terhadap Dakin (35), warga Dusun Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang.

Fery mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Hanya saja, dia meminta identitasnya dirahasiakan untuk memudahkan perburuan terhadap pelaku.

“Kami sudah dapatkan indentitas terduga pelaku, kami masih lakukan pengejaran ke luar kota,” kata kasat, Selasa (10/7/2018).

Fery memperkirakan, jumlah pelaku pembunuhan Dakin lebih dari satu orang. Dugaan itu dikuatkan dengan hasil olah TKP dan kondisi kaki korban yang diikat menggunakan tanaman rambat.

Kondisi kubangan galian C yang terjal, kecil kemungkinan pelaku seorang diri membuang tubuh korban. “Melihat kondisi TKP dan korban kondisi terikat, sangat kecil dilakukan satu orang. Kemungkinan besar lebih dari satu orang,” terangnya.

Berdasarkan hasil autopsi, terdapat luka bekas pukulan benda tumpul di kepala belakang korban. Diduga pria yang mempunyai tato naga di dada tengah itu lebih dulu dipukul. Baru kemudian tubuhnya dibuang ke kubangan bekas galian C.

“Korban mati akibat tenggelam atau sudah mati sebelum dibuang ke kubangan, belum bisa dipastikan. Luka di kepala belakang bisa saja mengakibatkan matinya korban,” ujar Fery.

Dia menambahkan, hingga kini ponsel dan pakaian milik korban belum ditemukan. “Bisa saja ini murni pembunuhan, pencurian, penganiayaan, pengeroyokan, tergantung niatnya pelaku,” tandasnya.

Mayat Dakin ditemukan pemancing ikan di kubangan bekas galian C Desa Wonoploso pada Senin (2/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban mengapung di tengah kubangan tanpa busana.

Saat ditemukan, kedua kaki korban terikat dengan tanaman rambat. Terdapat batu yang diduga digunakan sebagai pemberat untuk menenggelamkan tubuh korban di kubangan tersebut. (Andy/Yanto)