Protes Adanya Jalan di Tutup, Puluhan Warga Kepuh Kemiri Turun ke Jalan

0

SIDOARJO, Investigasi.today – Akibat kekecewaan terhadap Pemerintah Desa, Puluhan warga Desa Kepuh Kemiri Dusun Kapasan Kecamatan Tulangan protes keras terhadap Pemerintah Desa. Dengan adanya keberadaan pagar kawat berduri yang menutup akses jalan penghubung antara perumahan dan kampung, Senin (11/1) malam.

Warga juga mengeluh tidak adanya pembuatan jalan penghubung antar Desa yang sudah diharapkan warga, puluhan tahun warga protes terkait pagar kawat berduri pembatas Perumtas III BLOK P10 dengan warga Desa  Kepuh Kemiri Dusun Kapasan Rt 2 dan Rt3, khususnya di wilayah Rw1 Kecamatan Tulangan. “Bahkan warga sempat terjadi adu mulut antara salah satu warga perumtas dan puluhan warga Setempat, Senin (11/1/21) malam.

Ketua Rw 1, Bagus mengatakan, ini wilayah Rt.2, dan Rt.3 yang terjadi itu, warga mintanya secepatnya jalan ini direalisasikan. “Dan untuk pagar ini dari warga itu, kalau bisa jangan di pagar, ternyata dari pihak perumahan mintanya di pagar seperti dulu, sekarang terlihat pagar kawat berduri mas. Jadi untuk sekarang di pagar dengan kawat berduri ini juga tidak ada pembicaraan,” jelasnya.

Sebelumnya juga ada kesepakatan mengenai pagar, kami selaku RW berharap jangan di pagar dengan kawat berduri, soalnya ada salah satu warga kami yang jadi korban, yang bernama pak Shokibuh menabrak pagar kawat berduri itu mas, dirinya naik sepeda angin tidak tahu kalau ada pagar tersebut,” pungkas Bagus.

”Kalau permintaan warga masalah jalan ,saya belum tau karena saya baru menjabat sebagai RW dan kalau kemarin sudah dibersihkan untuk di adakan jalan sampai ke tembusan ke Kepoh tanpa kawat berduri,’ tutur Bagus.

Keinginan warga secepatnya direalisasikan dan pagar dibuka 2 pintu atau kalau bisa tanpa pagar, namun sekarang itu warga Rt .2 karena di tutup menyulut emosi dan kekecewaan terhadap pemerintah Desa meminta semua biar ditutup, namun jalan segera dibuatkan.

Sementara itu ketua Rt.2, Rw.1 sebut saja Suryo, kepada awak media dirinya menjelaskan, jalan ini untuk warga bukan jalan milik perumahan, bukan istilahnya jalan melalui jalannya perumahan, kemaren itu kita kerja bakti dan semua masyarakat sudah senang sekali akan dibuat jalan oleh pemerinta Desa dan cepat direalisasi tapi nyatanya sampai sekarang tidak direalisasi oleh pemerintah Desa akhirnya semua warga marah.

“Warga Rt.2 dan Rt.3, sebetulnya warga meminta cepat diwujudkan jalan ini, kenapa dari dulu kok tindak ada respon dari pemerintah Desa,” cetus Suryo selaku ketua Rt yang sempat beradu mulut kepada salah satu warga perumahan.

Salah satu warga Desa inisial SL dan didukung puluhan warga Desa Kepuh Kemiri Dusun Kapasan khususnya r 2 dan 3 kepada awak media mengatakan, sebelumnya pernah ada janji dari pemerintahan Desa, tetapi dari dulu kok tidak terwujudkan, intinya warga minta  pagar ini segera ditutup dan secepatnya jalan ini dijadikan, jadi kampung ini supaya ada jalannya,” tutur inisial SL.

Protes warga agar tidak terjadi kegaduhan, salah satu anggota BPD Desa Kepuh Kemiri Indrra menerangkan, masalah ini kita selesaikan dibalai desa saja, kalau disini istilahnya orang jawa itu saur manuk, jadi kalau dirapat interen rapat dibalai Desa nanti kan juga bersama- sama, untuk mencari solusi, permasalahan ini sudah pernah di sampaikan ke Desa.Dan tanggapan di Desa sendiri ini untuk segera di realisasi dan dianggarkan.

“Untuk masalah dana, kebetulan untuk masalah dana kan juga masih refocusing covid-19, maka dari itu saya juga minta pada warga untuk bersabar dulu, saya sudah merealisasi untuk masalah dana ini,” kata Indra.

Akhirnya dari jajaran polsek setempat Babinkamtibmas Bripka Martono, juga menyampaikan, terkait dengan ini semua saya hanya mengamankan saja, ini juga sudah ada dari BPD dan pemerintah Desa.” Ini program pemerintah Desa jadi yang penting tidak ada konflik saja,” imbaunya.

“Saya Selaku babinkantibmas haya monitoring termasuk kemarin mau lebaran mau ditutup, jalan ini sudah di programkan. Nanti pastinya aspirasi warga kita sampaikan kita fasilitasi nanti,” ujar Bripka Martono.

Senada Kapolsek Tulangan AKP A Agung dikonfirmasi mengatakan, sudah memerintahkan Bbinkamtibmas untuk kelokasi dan sudah dimediasi untuk dicarikan solusi dengan menghadirkan Sekretaris Desa dan anggota BPD,” pungkas AKP. Agung. (dori)