Ratusan Pendemo Dari Berbagai Aliansi Masyarakat, Tuntut Perubahan Aturan Dan Perbaikan Nasib

0

Jambi, investigasi.today –  Berbagai aliansi dan Masyarakat petani melakukan demo di kantor DPRD Prov Jambi, Dinas Kehutanan Prov Jambi serta kantor Gubernur Prov Jambi.Ratusan pendemo ini mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian, satpol PP Dan beberapa Anggota TNI.
Masyarakat dari berbagai Aliansi ini menyuarakan tuntutan mereka pada Pemerintahan dan Dewan perwakilan Rakyat Daerah Prov. JAMBI. Mereka melakukan Long marc sambil menyuarakan Yel yel seputar daerah perkantoran Telanai Pura. Para pendemo berhenti di depan kantor KEJATI Jambi sambil berorasi, kemudian mereka melanjutkan ke gedung DPRD Jambi. Setelah beberapa jam massa menyampaikan tuntutan nya, namun tak satu orang pun Anggota Dewan yang menghampiri para Pendemo sebagai wakil Penerima aspirasi Rakyat.

        Karena tuntutan mereka tak didengarkan, para Massa bergerak ke Kantor Gubernur Jambi. Namun mereka di sambut staf/ Asisten Gubernur karena Gubernur Berada di luar kota. Para orator, Dodi, Fauzan dan Bedul secara bergantian menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mereka.

         Mereka sengaja mengambil momen hari ini senin (25/9) karna tanggal 24 sept jatuh pada hari minggu merupakan Hari Tani Nasional (HTN) dan mereka sudah sejak hari minggu, namun kantor libur. Mereka yang datang dari berbagai daerah Kabupaten harus menginap di alam terbuka demi mendapatkan jawaban dari wakil wakil Rakyat atas apa yang menimpa nasib mereka.
        Para Masyarakat yang bergabung dengan berbagai Aliansi, seperti; Aliansi Gerakan Reforma Agraria(AGRA), Konsorsium Pembaharuan Agraria(KPA), Sarikat Tani Tebo(STT), Wahana Lingkungan Hidup(WALHI) dan lain lain menyerukan delapan tuntutan, antara lain ; 1. Stop monopoli tanah, laksanakan teforma Agraria Sejati. 2, Hentikan Reforma Agraria palsu, 3. Cabut Perda Karhutla Jambi, dan hentikan kriminalisasi kaum Tani, membakar/ merun. 4. Beri jaminan harga kelapa Sawit, karet dan hasil produksi kaum tani. 5. Bebaskan kaum Tani dan aktifitas Tani yang diskrimimatif, 6. Cabut izin Perusahaan pembakar Hutan dan Lahan, 7. Terbitkan Perda pengakuan Masyarakat adat di Jambi, 8. Selesaikan seluruh Koflik Agraria di Jambi. 
Setelah melakukan orasi di kantor Gubernur, massa melanjutkan longmarc ke kantor Dinas Kehutanan Prov. JAMBI. 
Perwakilan Masyarakat diterima kemudian melakukan dialog dengan duduk bersama. ( Radja Sofyan )