Rayakan Ulang Tahun di Tengah Pandemi Covid-19, Walikota Malang Dinilai Tak Punya Empati

0
Walikota Malang, Sutiaji saat merayakan ulang tahun

Malang, Investigasi.today – Unggahan video perayaan ulang tahun Walikota Malang di medsos beberapa waktu lalu menuai banyak komentar pedas dari berbagai lapisan masyarakat. Sutaji dinilai tidak memiliki rasa empati menggelar kemeriahan acara ulang tahun di tengah pandemi covid 19.

Padahal saat ini kondisi sosial ekonomi warga kota Malang terpuruk, dampak kebijakan pemerintah pusat. Juga belum jelasnya bansos serta penerapan PSBB oleh Pemkot dalam menghadapi wabah tersebut.

Sorotan miring terus berkembang di masyarakat, salah satunya dari Sudarno, warga Kota Malang yang juga seorang aktifis sosial kemasyarakatan.

Koordinator Good Governance Acitivator Alliance sekaligus Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang ini mengatakan ”ketika kondisi nasional dan daerah sedang prihatin atas pandemi covid 19, apa yang dilakukan Sutiaji sebagai Walikota Malang dengan membuat acara ulang tahun tidak menunjukkan keprihatinan sama sekali dan hal ini tentu sangat menciderai hati warga kota Malang khususnya,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Senin (18/5).

“Tidak ada larangan bagi siapapun, termasuk pejabat publik untuk merayakan hari kelahiran bersama handai taulan. Tapi seyogyanya perayaan yang sifatnya tidak menjadi daya dukung untuk memperkuat ketahanan rakyat dalam menghadapi pademik tidak perlu dilakukan,” lanjutnya.

“Pemimpin yang baik seharusnya bisa menjadi contoh bijak dan memberi keteladanan bagi masyarakat dengan ikut merasakan serta memberi energi positif agar masyarakat mampu melewati semua masalah, bukan malah seakan menunjukan kemeriahan ditengah penderitaan rakyat seperti ini,” tandasnya.

“Dengan kejadian viralnya video tersebut, seharusnya Walikota Malang meminta maaf karena acara tersebut kurang baik dan tidak menunjukan rasa empati sama sekali atas kondisi masyarakat yang sedang berjuang untuk memerangi covid dan berjuang memenuhi kebutuhan ekonominya,” tegasnya.

“Tindakan walikota ini sangat kontradiktif atas kondisi keprihatinan yang mereka alami saat ini” pungkas Suharno. (Bangir)